Sabtu, 19 Juni 2021

Pangdam I/BB Dampingi Kapoldasu Cek Kesiapan Pengamanan PSU Jilid 2 Labuhanbatu


LABUHANBATU. Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, S.IP, MM turut mendampingi Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si dalam rangka peninjauan secara langsung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid 2 Kabupaten Labuhanbatu, Jum'at sore (18/06/2021)

 


Pangdam I/BB dan Kapoldasu beserta rombongan Asops Kasdam I/BB tiba di Rantauprapat dengan menggunakan helikopter jenis Bell 429/P - 3203 landing di lapangan sepakbola Kompi Senapan C Yonif 126/KC langsung disambut oleh Danton Letda Inf RE. Manurung dan dilaksanakan hormat jajar kepada Kapoldasu.

Selanjutnya rombongan bapak Pangdam I/BB dan Kapoldasu bergerak menuju Mapolres Labuhanbatu, disana rombongan disambut hormat jajar oleh personel Polres Labuhanbatu lalu disambut oleh para perwira Polres Labuhanbatu dan Kodim 0209/LB.

 


Adapun pelaksanaan PSU jilid 2 sendiri akan dilaksanakan pada besok Sabtu tanggal 19 Juni 2021 dan digelar di 2 TPS yaitu TPS 007 dan 009 yang terletak Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan kabupaten Labuhanbatu.

 


Pejabat yang menyambut kehadiran Pangdam I/BB dan Kapoldasu antara lain, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari, Kaor Ops Polda Sumut Kombes Pol Desman, Dirpam Ovit Kombes Ferdinan, Kabidkum Polda Sumut Kombes Andry, Dandim 0209/LB Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap, SE, M.Tr (Han), Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK, MH, Kabag Dalops AKBP Eddy Suranto dan Danyon Brimob B Polda Sumut Kompol Endra. "BERSAMA KITA BISA BERBUAT YANG TERBAIK".

Rabu, 07 April 2021

Mendengar Ada Mayat Ditemukan Dari Warga Binaan, Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan Segera Turun Ketempat Kejadian

 


Batu Bara  |  Penemuan Mayat tanpa Identitas, berawal telah didapat informasi dari warga An. Bapak Mulyono, Umur 52 Tahun, Pekerjaan Tani, alamat Desa Kandangan Kec. Laut Tador Kab. Batu bara, ketika hendak memanen hasil sawit bersama dengan anaknya diladang miliknya tiba tiba mencium aroma tidak sedap (bauk bangkai), dikarenakan rasa penasaran Bapak Mulyono saat itu juga bersama dengan anaknya mencari sumber dimana sumber bauk bangkai tersebut dan Bapak Mulyono beranggapan kemungkinan bauk bangkai tersebut adalah hewan ternak, namun setelah diketahui dan dicek tepatnya disumur milik Buk Bariah (warga setempat) bahwa dilihat sosok manusia yang sudah dalam kondisi membusuk. Rabu (07/04/2021).

Dalam hal ini Babinsa 02/Air Putih jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Hendra bahwa telah ditemukan mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki laki di Dusun VII Desa Kandangan Kec. Laut Tador Kab. Batu bara, tepatnya dilokasi sumur Ladang sawit milik Bu Bariah (warga setempat).

Berdasarkan keterangan saksi An. Karmin (Kadus Desa Kandangan), mayat tanpa Identitas tersebut diperkirakan berusia 45 sd 50 tahun dan kemungkianan mayat yang ditemukan sudah ± 1 minggu, mengingat kondisi mayat yang sudah rusak.

Dari Penemuan tersebut Bapak Mulyono langsung menyampaikan ke warga dan Kadus VII Desa Kandangan untuk segera melaporkan ke pihak Kepolisian setempat. Warga bersama Polsek Indrapura melakukan pengambilan mayat tanpa identitas tersebut guna melakukan Otopsi Jenazah, mayat tanpa identitas di evakuasi ke RSU Kabupaten Batu bara.

Penemuan mayat tanpa identitas sudah ditangani oleh Polsek Indrapura guna penanganan lebih lanjut. Selama dalam proses pengambilan mayat tanpa identitas berjalan aman dan terkendali, penanganan selanjutnya telah diserahkan aparat kepolisian.

Selasa, 30 Maret 2021

Pejalan Kaki di Bukateja Di Tabrak Honda Beat, Dua Giginya Rontok

Pejalan Kaki di Bukateja Di Tabrak Honda Beat, Dua Giginya Rontok

SULUH POS ■ Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan pejalan kaki terjadi di ruas jalan Desa/Kecamatan Bukateja, Kabupaten PurbaIingga, Senin (29/3/2021) malam. Akibat kecelakaan dua korban dilarikan polisi ke rumah sakit.

Kapolsek Bukateja Iptu Wartono mengatakan kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi R-5202-LR dengan pejalan kaki. Kecelakaan terjadi sekira pukul 21.30 WIB di jalan raya Bukateja tepatnya di depan kantor BRI Unit Bukateja.

Sepeda motor dikendarai oleh Doni Dwi (25) warga Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Sedangkan pejalan kaki bernama Slamet (56) warga Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

“Akibat kecelakaan tersebut baik pengendara maupun pejalan kaki dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” kata kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan, pengendara sepeda motor hanya mengalami luka ringan dan diizinkan rawat jalan. Sedangkan pejalan kaki yang tertabrak mengalami luka memar di wajah dan sejumlah luka lecet serta dua gigi tanggal/rontok.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian sepeda motor melaju arah selatan (Banjarnegara) menuju arah utara (PurbaIingga). Sampai di lokasi, ada pejalan kaki yang berada di pinggir jalan.

“Diduga akibat tidak memperhatikan situasi dan kurangnya konsentrasi pengendara akhirnya menabrak pejalan kaki,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, kasus kecelakaan ini diserahkan penanganannya ke Unit Lantas Pos Bukateja. Sedangkan sepeda motor diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.

■ Siswo /Hms

Bareskrim dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42,3 Kg Sabu dan 85 Ribu Ekstasi

Bareskrim dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42,3 Kg Sabu dan 85 Ribu Ekstasi

SULUH POS ■ Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran narkoba sabu seberat 42,337 Kilogram (Kg) dan 85.038 butir ekstasi. Itu merupakan hasil operasi gabungan bersama Bea Cukai.

“Kami sampaikan sejak tanggal Februaei sampai hari ini Dit tipid narkoba Bareskrim bersama Ditjen Bea Cukai khususnya Sub Firektorat Narkotika melakukan operasi gabungan diberi sandi Dewa Ruci 2021,” kata Dir Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2021).

Brigjen Krisno Halomoan Siregar menjelaskan, pengungkapan pertama Pelabuhan Gosong Deli, Belawan, Sumatera Utara. Dalam operasi ini, petugas menangkap dua tersangka yakni RW (41) dan MY (38).

“Barang bukti antaranya sabu sebanyak 42.337 Gram dan Ekstasi 40.038 butir dan H5 10 butir,” ujar Brigjen Krisno Halomoan Siregar.

Operasi itu ketika petugas gabungan sedang melakukan patroli di jalur laut Gosong Deli. Saat bertugas, aparat melihat kapal yang mencurigakan dan melakukan pengejaran hingga akhirnya dapat dihentikan.

“Membawa muata empat paket kecil dan dua paket besar berisi pil warna merah muda dan 40 paket kemasan teh China yang diduga narkotika jenis Sabu,” ucap Brigjen Krisno Halomoan Siregar.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 62, Pas 60 ayar (4), Pasal 60 ayat (5) UU Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika, Pasal 114 AYAT (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsidaur Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayar (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selanjutnya penangkapan kedua dilakukan di Pantai Tanjung Piayu Laut, Kota Batam, Kepri. Dalam operasi itu petugas menangkap tiga orang tersangka yaitu, MA (25), MM (25), dan FK (27).

“Barang bukti yang diamankan adalah 45.000 butir ekstasi,” tutur Brigjen Krisno Halomoan Siregar.

Saat dilakukan interogasi, tersangka MA mengaku diperintah oleh EM warga Malaysia yang akan diberikan kepada tersangka TN yang merupakan seseorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Akibat perbuatannya itu, mereka disangka melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsidair Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

■ Aisha Syifa /Hms

Minggu, 28 Maret 2021

Menteri Agama Mengutuk Keras Aksi Pengeboman di Depan Gereja Katedral Makassar

 
https://www.voaindonesia.com/a/ledakan-di-makassar-polisi-duga-pelaku-dua-orang/5831228.html

SULUH POS ■ Detik-detik sebuah ledakan terjadi sekitar pukul 10.28 WITA, di depan Gereja Katedral di Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terekam camera pengawas, pada Minggu,(28/3/2021).

Dilansir dari detikcom, tampak gumpalan api akibat ledakan terlihat jelas menyala di sekitar lokasi, depan Gereja.

Dan sejumlah potongan tubuh manusia di sekitar lokasi kejadian saat terjadi ledakan, sejumlah jemaat Gereja tengah beribadah di lokasi.

Potongan tubuh manusia di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Belum ada informasi lebih lanjut atau keterangan resmi dari pihak kepolisan terkait ledakan tersebut.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi.

Menag menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.

“Apapun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,” ujar Menag.

Akibat ledakan di depan Gereja Katedral, sejumlah orang dilaporkan terluka. Pada saat kejadian, sebagian jemaat tengah beribadah di dalam Gereja Katedral. Jumlah dan identitas korban atau pelaku hingga kini masih dalam pendataan polisi.

Menag berharap kepolisian dan aparat yang berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini. 

Tak hanya itu, Menag juga berharap, aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini. Menag memprediksi, aksi yang dilakukan pengebom bunuh diri tidak dilakukan tunggal. Sebab seringkali para pelaku ini digerakkan oleh jaringan, namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi.

“Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah,” kata Menag.

Atas kejadian ini, Menag juga mengimbau para tokoh agama untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat. 

Menurut Menag, agama apapun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan, sebab kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak.

Kekerasan ini pulalah yang rawan mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik.

Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagaianya. Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi.

“Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,” terangnya.

Ledakan Terjadi di Depan Gereja Katedral Kota Makasar

Ledakan Terjadi di Depan Gereja Katedral Kota Makasar


SULUH POS ■ Sebuah ledakan terjadi dijalan Kartini depan Gereja Katedral kota Makasar pada Minggu (28/3/2021).

Informasi dihimpun SuaraNegeri.com dari berbagai sumber menyebut, ledakan tersebut merupakan aksi bom bunuh diri.

Seorang saksi mata mengatakan, ledakan itu terjadi sekira pukul 10:28 WITA, pada saat jemaat gereja sedang beribadah.

" Saya lihat orang-orang sudah berlarian ke arah gereja, Karena katanya di sana ada bom,” tutur seseorang saksi mata.

Terpisah, Pastor Gereja Katedral Makassar Wihelmus Tulak mengatakan, pelaku bom bunuh diri tersebut, berjumlah dua orang.

“Pukul 10.30 sesudah misa pertama. Pelaku naik motor 2 orang, mau masuk gereja, tapi ditahan petugas keamanan,” kata Wihelmus.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol E Zulpan mengkonfirmasi ledakan terjadi terjadi adalah aksi bom bunuh diri.

“Ya betul, Saya sedang menuju ke sana, di TKP terdapat korban jiwa akibat bom tersebut," terangnya secara singkat.

■ Suherman

Kapolda Jateng: Tindak Tegas Oknum yang Dengan Sengaja Menyebabkan Karhutla

Kapolda Jateng: Tindak Tegas Oknum yang Dengan Sengaja Menyebabkan Karhutla

SULUH POS  ■ Perlu kesadara bersama dalam menjaga kelestarian alam, sebab kehidupan manusia sangat bergantung pada alam sekitar, begitu yang diungkapkan  Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menghadiri acara Senandung Alam dan Budaya bertajuk “Masa Depan Ras Manusia” yang diselenggaralkan oleh Dirjen BKSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Ekosistem di West Lake Resto Sleman Yogyakarta, pada Sabtu (27/03/2021).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal KSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  Ir. Wiratno, Sekditjen KSDAE Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ir. Tandya Tjahjana, Inspektur Wilayah I Ir. Irmansyah dan Kepala BKSDAE Jateng Darmanto.

Kapolda Jateng menyebut Penebangan Hutan dan Karhutla merupakan masalah yang sering terajdi, tak hanya merusak alam namun Penebangan Hutan dan Karhutla juga membahayakan kehidupan manusia kedepan.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi Polda Jawa Tengah dan Perhutani Divre Jawa Tengah telah melaksanakan MoU terkait hal tersebut. 

Di jajaran Kepolisian, Presiden juga telah menginstrusikan agar aparat bertindak tegas dalam memberantas oknum-oknum yang dengan sengaja menyebabkan Karhutla.

“Sudah di Instruksikan Bapak Presiden, jadi tentu saja akan kami tindak lanjuti dan pasti kami tindak tegas,” terang Luthfi.

Polda Jateng sendiri telah mencanangkan beberapa upaya dalam menjaga alam tetap lestari dengan beberapa program seperti Penanaman Pohon Massal, tidak membuang sampah sembarangan serta Menjaga Kebersihan.

Dengah langkah-langkah yang telah ditempuh ini Kapolda berharap upaya penghijauan bisa dijadikan budaya baik yang harus dilanjutkan demi keberlangsungan hidup masa depan. 

(Hms/Imam Santoso)

Selasa, 23 Maret 2021

9 Oknum Wartawan Diciduk Polisi, Diduga Peras Kepala Sekolah Rp25 Juta

9 Oknum Wartawan Diciduk Polisi, Diduga Peras Kepala Sekolah Rp25 Juta

SULUH POS ■ Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mengamankan sejumlah oknum wartawan, di salah satu hotel Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Sejumlah oknum itu diduga telah meminta uang hingga puluhan juta rupiah kepada kepala sekolah.

Informasi diperoleh para oknum wartawan itu, diduga meminta uang hingga Rp25 juta kepada Amin Abdullah, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Tangkolo, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, pada Senin (22/3/2021) kemarin.

Kepada pewarta hari ini (23/3), Kepala Sekolah SDN Tangkolo, Amin Abdullah mengatakan, oknum wartawan itu meminta sejumlah uang kepadanya sekitar Rp 25 juta.

Menurut Amin, oknum wartawan itu meminta uang jutaan rupiah dengan mengancam akan membawa laporan kasus di sekolahnya ke Kejaksaan, namun Amin tidak menjelaskan kasus apa yang dipersoalkan.

Amin terlebih dulu melapor ke pihak kepolisian, sebelum bertemu dengan sembilan orang oknum wartawan tersebut.

" Oknum wartawan meminta sejumlah uang yang menurut saya jumlahnya fantastis sebesar Rp 25 juta. Mereka membawa persoalan yang katanya akan dilaporkan ke pihak kejaksaan. Saya lapor dulu ke polisi sebelum bertemu dengan mereka, itu pemerasan, itu keterlaluan, apa yang dilakukan oleh oknum tersebut," tandasnya.

Satreskrim Polres Sukabumi kemudian lakukan penangkapan terhadap oknum wartawan itu dan mengamankan sejumlah barang bukti.

Amin mengatakan, pihaknya merasa tertekan dan terintimidasi dengan perlakuan oknum wartawan itu. Tak hanya lapor polisi, dirinya juga meminta bantuan PGRI dan mendapatkan dukungan moril dari PGRI.

"Saya tertekan, terhina dan terintimidasi. Alhamdulillah dari pihak PGRI dan keluarga mendukung sampai akhirnya kita laporkan ke aparat kepolisian," paparnya.

Yang diamankan ada 9 orang, ada suami istri (mereka), mereka mengaku wartawan dari salah satu media. 

" Mudah-mudahan aparat kepolisian menangani kasusnya sesuai prosedur hukum, agar pendidik di Kabupaten Sukabumi merasa tidak terganggu oknum-oknum yang memeras dan menurut kami sangat keterlaluan," harapnya.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi AKBP Lukman Syarif saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan sejumlah oknum wartawan tersebut dan masih dalam tahap pemeriksaan. 

“Belum selesai pemeriksaannya,” katanya.

Pewarta  : CR-V/KI

Senin, 22 Maret 2021

Bayi Perempuan Cantik Baru Lahir Ini Diduga Dibuang Ibunya Depan Warung

Bayi Perempuan Cantik Baru Lahir Ini Diduga Dibuang Ibunya Depan Warung

SULUH POS ■ Warga di Kampung Panyawean Rt 02 Rw 01 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menemukan bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya. 

Bayi tersebut sengaja ditaruh didalam kardus dan diletakkan didepan warung milik warga.

"Saat saya hendak buka warung tiba - tiba didepan warung ada bayi baru lahir masih lengkap dengan ari arinya," ungkap Dede (55) salah satu warga penemu bayi kepada Pasundanpost.com saat ditemui, pada Senin (22/3/2021).

Dede menjelaskan, bayi berjenis kelamin peremuan tersebut pertama kali ia temukan pada Minggu pagi (21/3/2021) kemarin sekitar pukul 07:00 wib.

Menurut Dede, ketika ditemukan bayi tersebut masih berbalut dengan beberapa helai kain yang kemudian dibungkus dengan kardus.

Bayi Perempuan Cantik Baru Lahir Ini Diduga Dibuang Ibunya Depan Warung

"Kalau dilihat dari tangan gelang identitas pasien yang masih menempel di bayi atas nama Nyonya Laras, bayi tersebut diperkirakan masih berumur empat hari," paparnya.

Dede menambahkan, saat ini sang bayi malang tersebut sudah ia laporkan kepada RT setempat yang kemudian diserahkan langsung kepada Bidan Desa setempat.

"Begitu ditemukan juga sudah saya serahkan langsung ke Bidan Desa yang disaksikan bapak RT," tukasnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi Kepolisian Sektor Pacet maupun Puskesmas Cipendawa belum memberikan keterangan secara resmi  terkait penemuan bayi tersebut.  (PP)

Waspada SMS dari Chat-V - d08, Bisa Bobol HP dan Curi Data

Waspada SMS dari Chat-V - d08, Bisa Bobol HP dan Curi Data

SULUH POS ■ "Yanto, kemarin lixhat kamu pas nyebrang jalan, lixhat foto inni chat-v.com/s/9jlfg5."

Pernahkah kamu mendapatkan SMS dengan kalimat seperti di atas? Jika pernah, kamu harus waspada. Pasalnya SMS yang disebut spam Chat-V ini bisa berbahaya dan diperkirakan dapat meretas smartphone korban.

Lembaga non-profit pembela hak digital, SAFEnet, telah melakukan penelitian yang dilakukan sejak Oktober 2019 lalu terkait SMS misterius tersebut. Hasil temuannya, SMS spam Chat-V memang mengindikasikan bahaya kepada para penerimanya. Bahaya yang diakibatkan bisa membuat data pribadi korban diambil, hingga peretasan smartphone.

Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto, menjelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh SAFEnet bersama AccessNow berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat. Banyak dari mereka, menerima SMS yang serupa dari nomor yang tidak dikenal. Isi SMS didahului nama panggilan penerima dan diakhiri link Chat-V.com.

"Mereka mendapatkan SMS serupa. Kenapa bisa serupa, karena berasal dari nomor-nomor yang pengirim tidak dikenal, lalu menyapa dengan nama panggilan yang langsung ditulis, lalu kalimat berikutnya bisa macam-macam. Dan selalu diakhir dengan short link yang harus di-klik, Chat-V.com," jelasnya ketika dihubungi kumparan, Selasa (28/1).

Damar menjelaskan pengirim SMS tersebut berasal dari nomor telepon yang berbeda-beda, dari berbagai operator. SAFEnet kemudian menelusuri link Chat-V yang ada di dalam SMS tersebut.  

Pemindaian menggunakan dua website yaitu VirusTotal dan URLScan. Di sana menunjukkan, link tersebut masuk kategori aman. Kedua situs yang memindai tidak menemukan malware apapun di tautan tersebut. Bahkan, situs VirusTotal mencatat beberapa tautan serupa telah didaftarkan.

Namun, ketika dicek dengan Sucuri.net, tingkat bahaya link tersebut masuk dalam kategori sedang. Salah satu alasannya, karena dia tidak pakai https. Sucuri juga menunjukkan apa saja yang tersimpan dalam tautan tersebut dan sangat mencurigakan.

"Temuan pertama mencurigakan, soalnya kok ada link yang mengarah pada aplikasi iOS yang harus diinstal. Ini agak aneh, soalnya biasanya link yang dikasih itu android ya untuk android. Agak aneh kalo dapat link download iOS di Android, enggak kompatibel," tuturnya.

Link tersebut meminta penerima SMS menginstal aplikasi seperti MiChat dan lainnya yang tergolong berbahaya. Damar menjelaskan aplikasi-aplikasi tersebut bisa otomatis mengakses folder dokumen, foto, WhatsApp, lalu WiFi yang digunakan. Ini bisa mengambil privasi dan keamanan dari ponsel.

Lalu, dampak yang paling parah adalah di aplikasi tersebut ada yang menyisipkan kode untuk meretas perangkat smartphone. Nantinya peretas bisa mengakses smartphone dari jarak jauh.

"Ada tambahan kode perintah Linux SU atau Super User. Jadi barang siapa yang terlanjur menginstal aplikasi itu, handphone-nya bisa di-take over oleh orang lain," tutur Damar.

Alasan tahu nama pengguna

Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah darimana pengirim SMS bisa mengetahui nama si penerima, bahkan tidak kenal sekalipun. Damar menjelaskan sebetulnya, si pengirim SMS spam Chat-V telah mendapatkan nama korban dari aplikasi yang telah terinstal di perangkat lain.

"Sebetulnya penelitian kita langsung mengindikasikan bahwa orang yang mendapat SMS ini, sebetulnya nama dia (penerima) teridentifikasi itu dari kontak. Ada teman dia, di jaringan dia yang sudah terlanjur menginstalasi apps tersebut, makanya dia bisa akses kontak. Dan di kontaknya ada nama dia. Nama pertama yang tertulis nama panggilan," ucapnya.

Secara umum, Damar menggolongkan SMS spam Chat-V sebagai ancaman keamanan yang rendah dengan kondisi tertentu. Bahaya SMS ini, bisa terjadi jika penerima mengklik link ada di pesan tersebut. Namun, jika diabaikan tidak akan terjadi apa-apa.

"Kami mengatakan kategorinya rendah, artinya kecuali masyarakat kemudian mengklik ya. Artinya dia hanya teraktivasi masyarakat, tampak sengaja atau tergoda untuk mengklik. Kalau diklik, kemungkinan ada pelanggaran privasi dan keamanan," terangnya, seperti dikutip dari KumparanTech.

Damar meminta masyarakat untuk waspada apabila menerima SMS spam Chat-V. Pesan tersebut harus diabaikan, dan bahkan segera dihapus, terutama jika datang dari nomor tidak dikenal. Bagi yang sudah menginstal aplikasi dari link yang dikirim, harus segera melakukan reset factory atau mengembalikan smartphone ke pengaturan awal.

Sabtu, 20 Maret 2021

Kapolres Temanggung: Pelaku Penganiayaan di Kaloran Terancam Hukuman Mati

Kapolres Temanggung: Pelaku Penganiayaan di Kaloran Terancam Hukuman Mati

SULUH POS ■ Pelaku penganiayaan berat yang terjadi di Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung pada hari Minggu (14/3) terancam hukuman mati.

Kapolres Temanggung Polda Jateng AKBP Benny Setyowadi, S.I.K., M.Si mengatakan, bahwa pelaku penganiayaan yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia tersebut berinisial M (59) warga Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran Temanggung.

Pada kejadian tersebut pelaku membacok korban yang tak lain adalah tetangganya sendiri yaitu Muh Dhori (69) tengah memimpin shalat Subuh dan istri-nya Trimah (55) sebagai makmum yang berupaya menghalangi pelaku. 

Dalam kasus ini istri korban meninggal dunia di RSUD Temanggung akibat luka serius, sedangkan Muh Dhori selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dahulu dan atau penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu mengakibatkan kematian orangnya, maka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun,” terang Kapolres, pada Sabtu (20/3/2021).

Ia menyampaikan dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa lima saksi, terdiri atas empat orang jamaah shalat subuh dan satu orang yang merupakan istri pelaku.

Kapolres menyebutkan pelaku melakukan pembacokan kepada korban pertama dengan alat bendo arit mengenai kepala dua kali, punggung satu kali dan lengan satu kali. Setelah itu melakukan pembacokan kepada korban kedua yang mencoba melindungi suaminya mengenai bagian kepala korban sebanyak satu kali. Kemudian pelaku pergi meninggalkan masjid dan menuju ke Polsek Kaloran untuk menyerahkan diri.

Menurut Benny, motif pelaku menganiaya korban karena tidak suka atau membenci dan sakit hati kepada kedua korban.

“Perbuatan tersangka sudah direncanakan dengan mempersiapkan senjata tajam dua hari sebelum kejadian dengan mengasah bendo arit dan membuat gagang kayu 70 centimeter yang ujungnya ada pisaunya,” tuturnya.

Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan bahwa tersangka melakukan penganiayaan di waktu subuh karena sepi dan masih gelap sehingga mudah untuk melarikan diri. 

Dari kejadian tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah bendo arit, satu buah pisau dengan ganggang kayu 70 cm, satu buah asahan (wungkal), satu stel pakaian tersangka, dua stel baju dan alat sholat milik kedua korban.

Kapolres menegaskan, bahwa perbuatan pelaku murni dendam pribadi kepada korban dan tidak ada sangkut paut dengan masalah SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 355 ayat 2 KUHPidana dan Pasal 355 ayat 1 KUHPidana tentang menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dahulu dan penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu mengakibatkan kematian orangnya. Tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun,” tegas Kapolres.

( Imam Santoso /Hms)

Polisi Buru Pemilik Sepeda Motor Misterius di Purbalingga

Polisi Buru Pemilik Sepeda Motor Misterius di Purbalingga

SULUH POS ■ Polisi dari Polsek Kutasari, Polres Purbalingga mengamankan sepeda motor misterius yang ditemukan warga Desa Candiwulan, Kecamatan Kutasari. Sepeda motor yang tidak diketahui pemiliknya itu kemudian diamankan ke Polsek Kutasari, pada Jumat (19/3/2021) malam.

Sepeda motor tersebut jenis Honda Supra X125 warna Merah Hitam dengan nomor polisi terpasang R-2490-VD. Sepeda motor ditemukan terparkir di belakang komplek Pasar Tobong wilayah desa setempat.

Kapolsek Kutasari AKP Agus Amjat Purnomo mengatakan, bahwa sepeda motor tanpa diketahui pemiliknya ditemukan pertama kali oleh saksi bernama Ali (40) warga Desa Candiwulan pada Jumat (19/3/2021) pada jam 01.00 WIB dini hari. 

Penemuan sepeda motor tersebut kemudian dilaporkan olehnya ke perangkat desa setempat.

“Karena di sekitar lokasi tidak ditemukan pemiliknya, kemudian sepeda motor tersebut diamankan di rumah perangkat desa setempat. Namun hingga malam tidak ada warga yang mencari sehingga dilaporkan ke Polsek Kutasari,” kata kapolsek, pada Sabtu (20/3/2021).

Polisi yang menerima laporan dari perangkat desa kemudian mendatangi lokasi. Selanjutnya, meminta keterangan sejumlah saksi. Karena tidak diketahui pemiliknya, sepeda motor diamankan ke Polsek Kutasari.

Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terkait kepemilikan sepeda motor tersebut. Apabila ada masyarakat mengetahui identitas pemiliknya atau paham dengan ciri-ciri sepeda motor tersebut, bisa memberi informasi ke Polsek Kutasari.

“Pemilik sepeda motor bisa datang mengambil ke Polsek Kutasari dengan membawa surat kendaraan baik STNK maupun BPKB sebagai bukti kepemilikan,” kata kapolsek.

( Imam Santoso)

Jumat, 19 Maret 2021

Pengendara Vario Tabrak Pohon di Bojongsari, Korban Dibawa Polisi ke Rumah Sakit

Pengendara Vario Tabrak Pohon di Bojongsari, Korban Dibawa Polisi ke Rumah Sakit

SULUH POS ■ Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa sebuah sepeda motor di ruas jalan Desa/Kecamatan Bojongsari, Kabupaten PurbaIingga, pada Jumat (19/3/2021). Pengendara sepeda motor yang mengalami luka kemudian diantar polisi dari Polsek Bojongsari ke rumah sakit.

Kapolsek Bojongsari AKP Imam Hidayat mengatakan, bahwa kecelakaan tunggal menimpa pengendara sepeda motor jenis Honda Vario bernomor polisi B-3011-PEM. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB.

Pengendara sepeda motor diketahui bernama Aji Nurfatah (21), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

“Korban yang mengalami luka kemudian dibawa menggunakan mobil dinas kepolisian ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelas kapolsek.

Berdasarkan keterangan pengendara sebelum terjadi kecelakaan sepeda motor tersebut melaju dari arah utara (Bobotsari) menuju selatan (Purbalingga). Sesampai di lokasi, pengendara sepeda motor mengaku telepon genggam miliknya jatuh.

“Akibatnya pengendara tersebut kurang konsentrasi hingga sepeda motor oleng ke kiri kemudian keluar jalur dan menabrak pohon. Pengendara kemudian jatuh berikut sepeda motornya,” kata kapolsek.

Dari pemeriksaan petugas media rumah sakit diketahui pengendara sepeda motor mengalami luka fraktur pada siku tangan. Namun demikian kondisinya dalam keadaan sadar.

Kapolsek mengimbau kepada pengendara kendaraan agar waspada potensi kecelakaan lalu lintas yang berawal dari kurangnya konsentrasi saat berkendara. Hal itu untuk mencegah peristiwa serupa terjadi kembali.

(Imam Santoso/ Hms)

Soal Limbah Pabrik, 12 Desa Ancam Demo PT TEL

Soal Limbah Pabrik, 12 Desa Ancam Demo PT TEL

SULUH POS ■ Sebanyak 12 Desa yang berada dibantaran sungai Lematang, berencana dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi demo terhadap Perusahaan PT. Tanjung Enim Lestari.

Pasalnya, Perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan bahan baku  kertas di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) itu, dinilai oleh masyarakat, buruk dalam penggelolaan limbah.

“Aksi ini tidak ada unsur lain, murni dari dan untuk masyarakat, karena sudah mengancam keselamatan masyarakat," ujar Harnison SE, Perwakilan yang dipercaya untuk memimpin aksi nanti.

Hal ini disampaikan Harinison SE, usai rapat koordinasi rencana aksi damai oleh 12 kepala desa, bersama 12 BPD di Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, pada Rabu (18/03/2021) kemarin.

Dia mengatakan, selama 20 tahun lebih beroperasi, pihak PT. Tanjung Enim Lestari (TEL), tidak pernah melakukan normalisasi limbah hasil dari produksi pembuatan kertas miliknya.

Permasalahan tersebut menurutnya, sudah disampaikan pada bulan September 2020 lalu. Namun sampai sekarang, belum ada tindakan nyata dari PT. TEL, bahkan terkesan menghindar.

Lanjutnya, Jika tidak ada tindakan jelas dari PT. TEL, dalam beberapa hari ini, maka ke 12 Desa yang terdampak aliran limbah tersebut, sepakat akan melakukan aksi damai dalam waktu dekat ini.

Dia menjelaskan, dalam aksi tersebut nantinya, ada 2 (Dua) tuntutan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh PT TEL. Kedua tuntutan itu, di antaranya, segera melakukan normalisasi limbah, dan mengembalikan tenaga kerja lokal.

“Lakukan normalisasi dan kembalikan tenaga kerja lokal yang telah pensiun,” tandasnya, seraya menambahkan aksi dilakukan oleh 10 desa dari Kecamatan Empat Petulai Dangku, 1 desa dari Kecamatan Rambang Niru, dan 1 desa dari Kecamatan Belimbing.

Cemari Sungai Lematang

Sebelumnya, menindaklanjuti keluhan masyarakat kecamatan Empat Petulai Dangku atas dugaan pencemaran sungai lematang dari limbah PT. Tanjung Enim Lestari pulp and paper (PT. TEL) NPP melakukan penelusuran ke Pesisir Sungai Lematang, kabupaten Muara Enim.

Tim media NPP menuju desa Siku dan desa Kuripan, di desa siku dan Kuripan bertemu dengan warga yang lagi mau mandi di sungai lematang, menurut keterangan salah satu warga mengatakan, " air sungai lematang berwarna coklat kehitaman ini, ini cak nyo becampur air limbah pak, " ungkapnya, seperti dikutip dari NPP.

Masyarakat mengeluhkan limbah tersebut karena merasa terganggu untuk mandi dan mengambil air Sungai Lematang.

Hal senada juga diungkap ketua DPD Lembaga KAMIJO (Kader Militan Jokowi) kabupaten Muara Enim, Nuramin, ia membenarkan apa yang di keluhkan masyarakat.

" Iya diantaranya masyarakat desa Pesisir Lematang seperti desa Kuripan Selatan, desa Kuripan, desa Baturaja, desa Dangku dan desa Siku, masyarakat menduga itu Limbah dari PT TEL," ujarnya.

Sumber: Rilis SMSI Prabumulih/NPP
Editor : Suherman.

Tragis! Terduga Pencuri di Pasar Bobotsari Nekat Lompat Dari Lantai 2, Alami Retak Tulang

Tragis! Terduga Pencuri di Pasar Bobotsari Nekat Lompat Dari Lantai 2, Alami Retak Tulang

SULUH POS ■ Seorang perempuan terduga pencuri di salah satu lapak pedagang nekat melompat dari lantai dua Pasar Bobotsari, pada Kamis (18/3/2021). Akibatnya dia mengalami cedera pada bagian kaki dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto mengatakan bahwa seorang perempuan berinisial RS (36) warga Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten PurbaIingga nekat melompat dari lantai dua Pasar Bobotsari. 

Peristiwa tersebut terjadi saat ia sedang dimintai keterangan petugas keamanan dan kepala pasar karena diduga melakukan pencurian uang.

“Saat dimintai keterangan perempuan tersebut mengakui perbuatannya telah mengambil uang milik pedagang pasar. Namun tiba-tiba ia lari dan melompat dari lantai dua pasar,” jelas kapolsek.

Perempuan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan diketahui ia mengalami retak pada pergelangan kaki kanan dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, perempuan tersebut melakukan aksi pencurian di lapak pedagang makanan bernama Nurhasanah (38) warga Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari Purbalingga. Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (16/3/2021).

Modus yang dilakukan perempuan tersebut saat beraksi dengan cara membeli snack di lapak milik korban dan membayar menggunakan nominal Rp. 20 ribu. Saat korban sedang menukarkan uang untuk kembalian, pelaku mengambil dompet berisi uang di lapak tersebut kemudian kabur.

“Pelaku mengambil dompet milik korban kemudian kabur. Akibatnya korban kehilangan uang tunai di dalam dompet tersebut sebesar Rp. 1,3 juta,” ucap Kapolsek.

Ciri-ciri perempuan tersebut sudah dilaporkan kepada petugas keamanan pasar. Dan pada hari ini, perempuan tersebut kembali datang di komplek pasar dan diketahui oleh petugas keamanan pasar. Sehingga langsung dibawa ke ruang kepala pasar untuk dimintai keterangan.

“Saat itulah perempuan terduga pencuri berusaha kabur dengan melompat dari lantai dua pasar,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan, perempuan terduga pencuri tersebut saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat cedera yang dialami. Yang bersangkutan akan diminta keterangan lebih lanjut setelah keluar dari rumah sakit atau kondisinya sudah memungkinkan.

(Imam Santoso/Hms)

Diduga Gadaikan Sawah, Kampung Desa Tokelan Masuk Dalam Pantauan Polisi

Diduga Gadaikan Sawah, Kampung Desa Tokelan Masuk Dalam Pantauan Polisi

SULUH POS ■ Yudi, Warga Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, kecewa terhadap permasalahan yang menimpa dirinya, terkait dugaan penggelapan sawah miliknya yang digadaikan oleh Oknum Kadus Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Situbondo yang hingga saat ini masih belum menghasilkan titik temu, karena masih akan dilakukan mediasi yang kedua kalinya. 

" Saya berharap permasalahan dugaan penggelapan Sawah saya, yang digadaikan oleh oknum Kadus Tokelan, ND, seluas sekitar 100 M2 hingga saat ini masih belum menemukan titik temu, dan masih menunggu Mediasi kedua kalinya," ujar Yudi. 

Selain itu, Yudi saat datang memenuhi undangan dan panggilan kepala Desa, pada hari Kamis tanggal 18 maret 2021 sekitar pukul 8:30 WIB, Merasa kecewa karena tidak ada jawaban yang pasti, bahkan malah disuruh pulang. 

" Setelah saya sampai di Balai Desa Tokelan, pak Kades mengatakan akan mengabari kembali persoalan tersebut, melalui via telpon, setelah itu saya disuruh pulang," ujar Yudi dengan kesal, pada Kamis 18/3/21 Sore.

Sementara itu, Brigpol Surya, Humas Polsek Panji membenarkan adanya persoalan dugaan penggelapan penggadaian sawah milik Yudi, yang dilakukan oleh oknum Kadus Tokelan, ND. Pihaknya akan memantau dan melihat perkembangan sembari menunggu hasil mediasi berikutnya. 

" Iya mas kita pantau dan lihat perkembangannya, dan menunggu hasil mediasi berikutnya," ujar Humas Polsek Panji Surya. 

Sementara itu, Kades Tokelan, Ahmad Misuri saat dikonfirmasi awak media, enggan untuk berkomentar, saat ditemui di balai Desa Tokelan, ( Tim ).

Kamis, 18 Maret 2021

Pencuri Sepeda Diamankan Polisi di Kejobong, Begini Modusnya

Pencuri Sepeda Diamankan Polisi di Kejobong, Begini Modusnya

SULUH POS ■ Pelaku pencurian sepeda kayuh berhasil diamankan polisi dari Polsek Kejobong Polres Purbalingga. Pelaku terlebih dahulu ditangkap korban yang memergoki pelaku sedang membawa sepeda hasil curian tidak jauh dari lokasi kejadian.

Pelaku yang tertangkap berinisial FG (21) warga Desa Penerusan Wetan, Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Pelaku yang diamankan warga kemudian diserahkan ke Polsek Kejobong untuk proses lebih lanjut.

Kabag Ops Polres PurbaIingga Kompol Pujiono dalam konferensi pers, Kamis (18/3/2021) mengatakan pencurian sepeda ontel dilakukan oleh dua orang pelaku terhadap korban bernama Rasno (40) warga Desa Bandingan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Pencurian terjadi sekira jam 18.30 WIB pada Senin (8/3/2021).

"Pelaku berjumlah dua orang sengaja menumpang mobil bak terbuka dan turun di perbatasan Kecamatan Bukateja dan Kecamatan Kejobong. Keduanya kemudian berjalan kaki mencari sasaran," kata Kabag Ops didampingi Kasubbag Humas Iptu Widyastuti dan Wakapolsek Kejobong Ipda Imam Saefudin.

Dijelaskan bahwa, saat melintas di Desa Bandingan keduanya mendapati ada sepeda tanpa dikunci di depan rumah korban. Kemudian sepeda tersebut diambil dan dibawa kabur dengan cara dinaiki dua pelaku.

Saat korban menyadari sepeda miliknya hilang kemudian ia berkeliling mencari keberadaan sepedanya. Kurang lebih 600 meter dari rumahnya, korban mendapati sepeda tersebut sedang dipakai pelaku.

"Korban berhasil mengamankan pelaku pencurian berikut sepeda yang dicuri. Namun satu pelaku lainnya kabur dan saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO)," jelasnya.

Dari tangan tersangka diamankan sepeda kayuh merk Pasifik warna putih hitam. Turut dijadikan barang bukti kwitansi pembelian sepeda yang dimiliki korban dengan nominal harga sebesar Rp. 2,7 juta.

Tersangka mengaku nekat melakukan pencurian karena tidak memiliki uang. Tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan mengaku sedang sepi pekerjaan sehingga merencanakan pencurian beserta temannya.

Kabag Ops menambahkan tersangka sudah kita amankan dan kepadanya dikenakan pasal 363 Ayat (1) ke-3 dan ke-4e KUHP. Ancaman hukuman pasal tersebut maksimal lima tahun penjara.

"Sedangkan satu tersangka lain yang masuk dalam DPO masih dalam pengejaran petugas," pungkas Kabag Ops.

( Imam Santoso /Hms)

Komandan KKB Wilayah Kosiwo Mantapkan Diri Kembali ke NKRI

Komandan KKB Wilayah Kosiwo Mantapkan Diri Kembali ke NKRI

SULUH POS ■ Salah satu Komandan Sektor Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kosiwo Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua Noak Orarei alias Noki Orarei menyatakan diri kembali ke Pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pernyatan tersebut disampaikan Noak Orarei saat press conference yang dilaksanakan di Mapolres Kepulauan Yapen didampingi keluarga dan sanak saudara serta kapolres dan jajaran, Rabu (17/3/2021.

Noak mengatakan, bersama ini dengan niat tulus berjanji atas keinginan diri sendiri kembali sebagai warga negara Indonesia yang setia kepada Pancasila dan UUD 1945.

Dia mengajak kepada teman – teman di seluruh Papua khususnya di Kabupaten Kepulauan Yapen yang masih mendukung atau memperjuangkan Kemerdekaan Papua agar segera mengikuti jejaknya bergabung dengan NKRI.

“Saya selama ini terbebani dengan situasi yang sulit. Hari ini saya bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Kapolres Yapen karena dapat diterima dengan baik dan diberikan bantuan untuk dapat memulai kembali kehidupan yang lebih baik lagi untuk kesejahteraan anak istri dan keluarga saya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Noak menyerahkan barang bukti Kapolres berupa 2 pucuk senjata rakitan laras pendek, 7 butir amunisi jaliber 5,56, 1 butir amunisi kaliber 7,6, 7 butir amunisi kaliber 3,8, 1 buah bendera Bintang Kejora, 1 pasang pakaian loreng dan 1 buah topi rimba loreng.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Arho Yuwono mengatakan ini merupakan hasil kerja keras Polres Kepulauan Yapen untuk melakukan pendekatan dan pemahaman terhadap mereka yang masih ingin melepaskan diri dari NKRI.

“Saudara Noak Orarei selama ini terlibat dan bergabung dengan KKB TNPB Wilayah Saireri Pimpinan Alm. Rudi Orarei sejak Tahun 2014 dan saat ini telah menyatakan diri dengan suka rela kembali ke pangkuan NKRI,” kata Argo.

Menurut dia, selama ini Polres Kepulauan Yapen terus melakukan upaya pendekatan secara kekeluargaan terhadap Noak Orarei dan rekan – rekannya yang lain dengan memberikan pemahaman agar dapat kembali sebagai masyarakat dan kembali ke pangkuan NKRI ikut serta berperan dalam pembangunan.

“Dengan adanya penyerahan diri saudara Noak Orarei diharapkan rekan- rekannya lain yang masih bergabung dengan kelompok KKB dapat sadar dan juga menyerahkan diri kembali ke Pangkuan NKRI, untuk ikut serta berjuang berpartisipasi membangun Papua menjadi lebih baik,” tandas Argo.

(Imam Santoso /Hms)

Minggu, 14 Maret 2021

Bayi Tidak Bernyawa Ditemukan Warga Mengapung Di Sungai Meli Luwu Utara

Bayi Tidak Bernyawa Ditemukan Warga Mengapung Di Sungai Meli Luwu Utara

SULUH POS ■ Masyarakat digegerkan penemuan bayi tak bernyawa di sungai Meli, Dusun Pebata, Desa Meli, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sabtu (13/3/2021) sekitar pukul 16:00 wita.

Diperkirakan bayi tersebut baru lahir dengan kondisi masih memiliki plasenta dalam keadaan tidak di tempat dengan posisi telungkup dan terapung di sungai.

Kasat Reskrim Polres Luwu Utara, Akp Syamsul Rijal menyampaikan bahwa bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

"Bayi tersebut ditemukan oleh seorang anak kecil Asriadi (9) yang sedang bermain di sekitar sungai Meli pada sore hari," pungkasnya.

Setelah melihat ada bayi terapung Asriadi langsung memberitahu Herman (36) bahwa ada bayi yang hanyut di sungai. Lalu Herman melaporkan hal tersebut Kepala Desa Meli dan pihak kepolisian.

"Saat ini bayi tersebut sudah ada di Rumah Sakit Andi Djemma Masamba untuk dilakukan visum," ungkapnya. 

Polisi kini sedang menyelidiki kasus penemuan mayat perempuan tersebut. Pihaknya juga sedang mencari bukti tambahan dari saksi-saksi di TKP.

"Sampai saat ini kita masih dalam penyidikan dengan penemuan mayat bayi tersebut, " ujarnya.

■ R-016

Alami Pengeroyokan Seorang IRT di Prabumulih Lapor ke Polisi

Alami Pengeroyokan Seorang IRT di Prabumulih Lapor ke Polisi

SULUH POS ■ Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SR (29 thn) yang tinggal di Jalan RA. Kartini RT 02 Kelurahan Sukajadi melakukan visum ke RSUD Prabumulih untuk melengkapi laporan ke Polsek Prabumulih Timur, atas dugaan pengeroyokan.

Ihwal peristiwa tersebut  terjadi di Jalan Padat Karya Kelurahan Gunung Ibul, tepatnya dibelakang Resto Rocket Chiken.

Menurut pengakuan korban SR (29 thn), pada saat itu dia datang ke rumah Terduga yang berinisial IT (30 thn) yang berstatus istri sirih juga dari suami SR untuk menjenguk dan mengajak SRW (41 thn) pulang kerumahnya, namun tiba-tiba NS, ND, saudara-saudara dari suami/ipar korban, memukuli SR.

Akibat pengeroyokan tersebut korban mengalami luka memar di bagian kepala dan pinggang, pada Jumat (12/3/2021).

Dan dari kejadian tersebut korban kemudian melakukan visum di RSUD Prabumulih guna melengkapi data dan melaporkan hal tersebut ke Polsek Prabumulih Timur atas kejadian ini.

Hingga saat berita ini ditayangkan, belum ada konfirmasi dan keterangan dari pihak kepolisian. 
(Tim / WP).

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved