Jumat, 19 Maret 2021

Soal Limbah Pabrik, 12 Desa Ancam Demo PT TEL

   Soal Limbah Pabrik, 12 Desa Ancam Demo PT TEL

Soal Limbah Pabrik, 12 Desa Ancam Demo PT TEL

SULUH POS ■ Sebanyak 12 Desa yang berada dibantaran sungai Lematang, berencana dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi demo terhadap Perusahaan PT. Tanjung Enim Lestari.

Pasalnya, Perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan bahan baku  kertas di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) itu, dinilai oleh masyarakat, buruk dalam penggelolaan limbah.

“Aksi ini tidak ada unsur lain, murni dari dan untuk masyarakat, karena sudah mengancam keselamatan masyarakat," ujar Harnison SE, Perwakilan yang dipercaya untuk memimpin aksi nanti.

Hal ini disampaikan Harinison SE, usai rapat koordinasi rencana aksi damai oleh 12 kepala desa, bersama 12 BPD di Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, pada Rabu (18/03/2021) kemarin.

Dia mengatakan, selama 20 tahun lebih beroperasi, pihak PT. Tanjung Enim Lestari (TEL), tidak pernah melakukan normalisasi limbah hasil dari produksi pembuatan kertas miliknya.

Permasalahan tersebut menurutnya, sudah disampaikan pada bulan September 2020 lalu. Namun sampai sekarang, belum ada tindakan nyata dari PT. TEL, bahkan terkesan menghindar.

Lanjutnya, Jika tidak ada tindakan jelas dari PT. TEL, dalam beberapa hari ini, maka ke 12 Desa yang terdampak aliran limbah tersebut, sepakat akan melakukan aksi damai dalam waktu dekat ini.

Dia menjelaskan, dalam aksi tersebut nantinya, ada 2 (Dua) tuntutan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh PT TEL. Kedua tuntutan itu, di antaranya, segera melakukan normalisasi limbah, dan mengembalikan tenaga kerja lokal.

“Lakukan normalisasi dan kembalikan tenaga kerja lokal yang telah pensiun,” tandasnya, seraya menambahkan aksi dilakukan oleh 10 desa dari Kecamatan Empat Petulai Dangku, 1 desa dari Kecamatan Rambang Niru, dan 1 desa dari Kecamatan Belimbing.

Cemari Sungai Lematang

Sebelumnya, menindaklanjuti keluhan masyarakat kecamatan Empat Petulai Dangku atas dugaan pencemaran sungai lematang dari limbah PT. Tanjung Enim Lestari pulp and paper (PT. TEL) NPP melakukan penelusuran ke Pesisir Sungai Lematang, kabupaten Muara Enim.

Tim media NPP menuju desa Siku dan desa Kuripan, di desa siku dan Kuripan bertemu dengan warga yang lagi mau mandi di sungai lematang, menurut keterangan salah satu warga mengatakan, " air sungai lematang berwarna coklat kehitaman ini, ini cak nyo becampur air limbah pak, " ungkapnya, seperti dikutip dari NPP.

Masyarakat mengeluhkan limbah tersebut karena merasa terganggu untuk mandi dan mengambil air Sungai Lematang.

Hal senada juga diungkap ketua DPD Lembaga KAMIJO (Kader Militan Jokowi) kabupaten Muara Enim, Nuramin, ia membenarkan apa yang di keluhkan masyarakat.

" Iya diantaranya masyarakat desa Pesisir Lematang seperti desa Kuripan Selatan, desa Kuripan, desa Baturaja, desa Dangku dan desa Siku, masyarakat menduga itu Limbah dari PT TEL," ujarnya.

Sumber: Rilis SMSI Prabumulih/NPP
Editor : Suherman.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved