Sabtu, 19 Juni 2021

Pangdam I/BB Dampingi Kapoldasu Cek Kesiapan Pengamanan PSU Jilid 2 Labuhanbatu


LABUHANBATU. Panglima Komando Daerah Militer I Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, S.IP, MM turut mendampingi Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. RZ Panca Putra Simanjuntak, M.Si dalam rangka peninjauan secara langsung pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) jilid 2 Kabupaten Labuhanbatu, Jum'at sore (18/06/2021)

 


Pangdam I/BB dan Kapoldasu beserta rombongan Asops Kasdam I/BB tiba di Rantauprapat dengan menggunakan helikopter jenis Bell 429/P - 3203 landing di lapangan sepakbola Kompi Senapan C Yonif 126/KC langsung disambut oleh Danton Letda Inf RE. Manurung dan dilaksanakan hormat jajar kepada Kapoldasu.

Selanjutnya rombongan bapak Pangdam I/BB dan Kapoldasu bergerak menuju Mapolres Labuhanbatu, disana rombongan disambut hormat jajar oleh personel Polres Labuhanbatu lalu disambut oleh para perwira Polres Labuhanbatu dan Kodim 0209/LB.

 


Adapun pelaksanaan PSU jilid 2 sendiri akan dilaksanakan pada besok Sabtu tanggal 19 Juni 2021 dan digelar di 2 TPS yaitu TPS 007 dan 009 yang terletak Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan kabupaten Labuhanbatu.

 


Pejabat yang menyambut kehadiran Pangdam I/BB dan Kapoldasu antara lain, Kabinda Sumut Brigjen TNI Asep Jauhari, Kaor Ops Polda Sumut Kombes Pol Desman, Dirpam Ovit Kombes Ferdinan, Kabidkum Polda Sumut Kombes Andry, Dandim 0209/LB Letkol Inf Asrul Kurniawan Harahap, SE, M.Tr (Han), Kapolres Labuhanbatu AKBP Deni Kurniawan, SIK, MH, Kabag Dalops AKBP Eddy Suranto dan Danyon Brimob B Polda Sumut Kompol Endra. "BERSAMA KITA BISA BERBUAT YANG TERBAIK".

Rabu, 07 April 2021

Mendengar Ada Mayat Ditemukan Dari Warga Binaan, Personel Jajaran Kodim 0208/Asahan Segera Turun Ketempat Kejadian

 


Batu Bara  |  Penemuan Mayat tanpa Identitas, berawal telah didapat informasi dari warga An. Bapak Mulyono, Umur 52 Tahun, Pekerjaan Tani, alamat Desa Kandangan Kec. Laut Tador Kab. Batu bara, ketika hendak memanen hasil sawit bersama dengan anaknya diladang miliknya tiba tiba mencium aroma tidak sedap (bauk bangkai), dikarenakan rasa penasaran Bapak Mulyono saat itu juga bersama dengan anaknya mencari sumber dimana sumber bauk bangkai tersebut dan Bapak Mulyono beranggapan kemungkinan bauk bangkai tersebut adalah hewan ternak, namun setelah diketahui dan dicek tepatnya disumur milik Buk Bariah (warga setempat) bahwa dilihat sosok manusia yang sudah dalam kondisi membusuk. Rabu (07/04/2021).

Dalam hal ini Babinsa 02/Air Putih jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Hendra bahwa telah ditemukan mayat tanpa identitas berjenis kelamin laki laki di Dusun VII Desa Kandangan Kec. Laut Tador Kab. Batu bara, tepatnya dilokasi sumur Ladang sawit milik Bu Bariah (warga setempat).

Berdasarkan keterangan saksi An. Karmin (Kadus Desa Kandangan), mayat tanpa Identitas tersebut diperkirakan berusia 45 sd 50 tahun dan kemungkianan mayat yang ditemukan sudah ± 1 minggu, mengingat kondisi mayat yang sudah rusak.

Dari Penemuan tersebut Bapak Mulyono langsung menyampaikan ke warga dan Kadus VII Desa Kandangan untuk segera melaporkan ke pihak Kepolisian setempat. Warga bersama Polsek Indrapura melakukan pengambilan mayat tanpa identitas tersebut guna melakukan Otopsi Jenazah, mayat tanpa identitas di evakuasi ke RSU Kabupaten Batu bara.

Penemuan mayat tanpa identitas sudah ditangani oleh Polsek Indrapura guna penanganan lebih lanjut. Selama dalam proses pengambilan mayat tanpa identitas berjalan aman dan terkendali, penanganan selanjutnya telah diserahkan aparat kepolisian.

Selasa, 30 Maret 2021

Pejalan Kaki di Bukateja Di Tabrak Honda Beat, Dua Giginya Rontok

Pejalan Kaki di Bukateja Di Tabrak Honda Beat, Dua Giginya Rontok

SULUH POS ■ Kecelakaan lalu lintas antara sepeda motor dan pejalan kaki terjadi di ruas jalan Desa/Kecamatan Bukateja, Kabupaten PurbaIingga, Senin (29/3/2021) malam. Akibat kecelakaan dua korban dilarikan polisi ke rumah sakit.

Kapolsek Bukateja Iptu Wartono mengatakan kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor polisi R-5202-LR dengan pejalan kaki. Kecelakaan terjadi sekira pukul 21.30 WIB di jalan raya Bukateja tepatnya di depan kantor BRI Unit Bukateja.

Sepeda motor dikendarai oleh Doni Dwi (25) warga Desa Kedungjati, Kecamatan Bukateja, Purbalingga. Sedangkan pejalan kaki bernama Slamet (56) warga Desa Cipawon, Kecamatan Bukateja, Purbalingga.

“Akibat kecelakaan tersebut baik pengendara maupun pejalan kaki dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” kata kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan, pengendara sepeda motor hanya mengalami luka ringan dan diizinkan rawat jalan. Sedangkan pejalan kaki yang tertabrak mengalami luka memar di wajah dan sejumlah luka lecet serta dua gigi tanggal/rontok.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian sepeda motor melaju arah selatan (Banjarnegara) menuju arah utara (PurbaIingga). Sampai di lokasi, ada pejalan kaki yang berada di pinggir jalan.

“Diduga akibat tidak memperhatikan situasi dan kurangnya konsentrasi pengendara akhirnya menabrak pejalan kaki,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, kasus kecelakaan ini diserahkan penanganannya ke Unit Lantas Pos Bukateja. Sedangkan sepeda motor diamankan sebagai barang bukti untuk proses lebih lanjut.

■ Siswo /Hms

Bareskrim dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42,3 Kg Sabu dan 85 Ribu Ekstasi

Bareskrim dan Bea Cukai Gagalkan Peredaran 42,3 Kg Sabu dan 85 Ribu Ekstasi

SULUH POS ■ Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran narkoba sabu seberat 42,337 Kilogram (Kg) dan 85.038 butir ekstasi. Itu merupakan hasil operasi gabungan bersama Bea Cukai.

“Kami sampaikan sejak tanggal Februaei sampai hari ini Dit tipid narkoba Bareskrim bersama Ditjen Bea Cukai khususnya Sub Firektorat Narkotika melakukan operasi gabungan diberi sandi Dewa Ruci 2021,” kata Dir Tipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Halomoan Siregar dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/3/2021).

Brigjen Krisno Halomoan Siregar menjelaskan, pengungkapan pertama Pelabuhan Gosong Deli, Belawan, Sumatera Utara. Dalam operasi ini, petugas menangkap dua tersangka yakni RW (41) dan MY (38).

“Barang bukti antaranya sabu sebanyak 42.337 Gram dan Ekstasi 40.038 butir dan H5 10 butir,” ujar Brigjen Krisno Halomoan Siregar.

Operasi itu ketika petugas gabungan sedang melakukan patroli di jalur laut Gosong Deli. Saat bertugas, aparat melihat kapal yang mencurigakan dan melakukan pengejaran hingga akhirnya dapat dihentikan.

“Membawa muata empat paket kecil dan dua paket besar berisi pil warna merah muda dan 40 paket kemasan teh China yang diduga narkotika jenis Sabu,” ucap Brigjen Krisno Halomoan Siregar.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 62, Pas 60 ayar (4), Pasal 60 ayat (5) UU Nomor 5 Tahun 1997 Tentang Psikotropika, Pasal 114 AYAT (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsidaur Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayar (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Selanjutnya penangkapan kedua dilakukan di Pantai Tanjung Piayu Laut, Kota Batam, Kepri. Dalam operasi itu petugas menangkap tiga orang tersangka yaitu, MA (25), MM (25), dan FK (27).

“Barang bukti yang diamankan adalah 45.000 butir ekstasi,” tutur Brigjen Krisno Halomoan Siregar.

Saat dilakukan interogasi, tersangka MA mengaku diperintah oleh EM warga Malaysia yang akan diberikan kepada tersangka TN yang merupakan seseorang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Akibat perbuatannya itu, mereka disangka melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Subsidair Pasal 112 (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

■ Aisha Syifa /Hms

Minggu, 28 Maret 2021

Menteri Agama Mengutuk Keras Aksi Pengeboman di Depan Gereja Katedral Makassar

 
https://www.voaindonesia.com/a/ledakan-di-makassar-polisi-duga-pelaku-dua-orang/5831228.html

SULUH POS ■ Detik-detik sebuah ledakan terjadi sekitar pukul 10.28 WITA, di depan Gereja Katedral di Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, terekam camera pengawas, pada Minggu,(28/3/2021).

Dilansir dari detikcom, tampak gumpalan api akibat ledakan terlihat jelas menyala di sekitar lokasi, depan Gereja.

Dan sejumlah potongan tubuh manusia di sekitar lokasi kejadian saat terjadi ledakan, sejumlah jemaat Gereja tengah beribadah di lokasi.

Potongan tubuh manusia di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Belum ada informasi lebih lanjut atau keterangan resmi dari pihak kepolisan terkait ledakan tersebut.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengutuk keras aksi pengeboman yang diduga dilakukan oleh seseorang di kompleks Gereja Katedral, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021) pagi.

Menag menilai, aksi ini sebagai tindakan keji yang menodai ketenangan hidup bermasyarakat dan jauh dari ajaran agama.

“Apapun motifnya, aksi ini tidak dibenarkan agama karena dampaknya tidak hanya pada diri sendiri juga sangat merugikan orang lain,” ujar Menag.

Akibat ledakan di depan Gereja Katedral, sejumlah orang dilaporkan terluka. Pada saat kejadian, sebagian jemaat tengah beribadah di dalam Gereja Katedral. Jumlah dan identitas korban atau pelaku hingga kini masih dalam pendataan polisi.

Menag berharap kepolisian dan aparat yang berwenang bisa segera mengungkap latar belakang aksi kekerasan yang dilakukan di dekat tempat ibadah ini. 

Tak hanya itu, Menag juga berharap, aparat bisa mengungkap tuntas aktor-aktor yang terlibat dalam aksi keji ini. Menag memprediksi, aksi yang dilakukan pengebom bunuh diri tidak dilakukan tunggal. Sebab seringkali para pelaku ini digerakkan oleh jaringan, namun mereka bekerja dalam senyap dan rapi.

“Kepolisian juga perlu meningkatkan keamanan di tempat-tempat ibadah sehingga masyarakat bisa semakin tenang dan khusyuk dalam beribadah,” kata Menag.

Atas kejadian ini, Menag juga mengimbau para tokoh agama untuk terus meningkatkan pola pengajaran agama secara baik dan menekankan pentingnya beragama secara moderat. 

Menurut Menag, agama apapun mengajarkan umatnya untuk menghindari aksi kekerasan, sebab kekerasan akan menggerus nilai-nilai kemanusiaan dan pasti merugikan banyak pihak.

Kekerasan ini pulalah yang rawan mengoyak tatanan kehidupan masyarakat yang sudah terbina dengan rukun dan baik.

Menag mengajak semua pihak untuk mengutamakan jalan damai dalam menghadapi persoalaan seperti dengan dialog, diskusi, silaturahmi dan lain sebagaianya. Jika cara itu ditempuh, diyakini akan mampu memecahkan masalah yang dihadapi.

“Selain itu tidak ada pihak yang merasa dirugikan atau menjadi korban dari kekerasan,” terangnya.

Ledakan Terjadi di Depan Gereja Katedral Kota Makasar

Ledakan Terjadi di Depan Gereja Katedral Kota Makasar


SULUH POS ■ Sebuah ledakan terjadi dijalan Kartini depan Gereja Katedral kota Makasar pada Minggu (28/3/2021).

Informasi dihimpun SuaraNegeri.com dari berbagai sumber menyebut, ledakan tersebut merupakan aksi bom bunuh diri.

Seorang saksi mata mengatakan, ledakan itu terjadi sekira pukul 10:28 WITA, pada saat jemaat gereja sedang beribadah.

" Saya lihat orang-orang sudah berlarian ke arah gereja, Karena katanya di sana ada bom,” tutur seseorang saksi mata.

Terpisah, Pastor Gereja Katedral Makassar Wihelmus Tulak mengatakan, pelaku bom bunuh diri tersebut, berjumlah dua orang.

“Pukul 10.30 sesudah misa pertama. Pelaku naik motor 2 orang, mau masuk gereja, tapi ditahan petugas keamanan,” kata Wihelmus.

Sementara, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol E Zulpan mengkonfirmasi ledakan terjadi terjadi adalah aksi bom bunuh diri.

“Ya betul, Saya sedang menuju ke sana, di TKP terdapat korban jiwa akibat bom tersebut," terangnya secara singkat.

■ Suherman

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved