Jumat, 12 Maret 2021

Satgas MTF TNI-Angkatan Laut Lebanon Latihan SAR Bersama

Satgas MTF TNI-Angkatan Laut Lebanon Latihan SAR Bersama

SULUH POS ■ Satgas MTF TNI Konga XXVIII-L/UNIFIL KRI Sultan Hasanuddin 366 dan Angkatan Laut Lebanon / Lebanese Armed Force (LAF) Navy melaksanakan latihan Search and Rescue (SAR) bersama.

Demikian dikatakan oleh Komandan Satgas (Dansatgas) Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-L/United Nation Interim Force In Lebanon (UNIFIL) KRI Sultan Hasanuddin 366 Letkol Laut (P) Ludfy, S.T., MMDS pada saat latihan bersama di Laut Mediterania, Lebanon, Rabu (10/3/2021).

Dansatgas manyampaikan bahwa skenario latihan yang dimainkan yaitu penyelamatan orang yang jatuh  ke laut,  dimana kejadian tersebut diterima sebagai informasi emergency melalui telepon oleh LAF Navy. Selanjutnya dengan menggunakan kapal Lebanese Navy Ship (LNS) Damour segera melakukan tindakan SAR terhadap korban jatuh ke laut.

"Korban pun berhasil diselamatkan oleh LNS Damour dan dievakuasi menuju rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis", ucapnya.

Selanjutnya dikatakan, bahwa latihan bersama ini sering dilakukan untuk meningkatkan hubungan kerjasama dan profesionalisme prajurit. "Diharapkan LAF Navy dapat memahami dan menerapkan prosedur SAR yang tepat terhadap korban jatuh di laut", ungkapnya.

Latihan yang berlangsung selama 2 jam dapat berjalan aman dan lancar. Selanjutnya KRI Sultan Hasanuddin 366 dan Kapal LNS Damour menuju sektor operasi masing-masing.

( pen/ Red)

Kamis, 11 Maret 2021

Situasi di Perbatasan Lebanon - Israel Mencekam, Personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL Berhasil Redam Ketegangan

Situasi di Perbatasan Lebanon - Israel Mencekam, Personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL Berhasil Redam Ketegangan

SULUH POS ■  Menyusul mencekamnya situasi di Blue Line – garis demarkasi yang membagi wilayah Lebanon dan Israel, personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL yang sedang melaksanakan patrol rutin berhasil meredam ketegangan antar kedua Angkatan Bersenjata negara tersebut.

Terkait peristiwa ini, Komandan Kontingen Garuda selaku Komandan Satgas XXIII-O/UNIFIL, Kolonel Inf Amril Haris Isya Siregar, S.E., M.M., terjun langsung memantau situasi bertempat di TP 35 dan TP 36 Lebanon Selatan, Rabu (10/03/2021).

Menurut Dansatgas, mencekamnya situasi di Blue Line ini diawali dengan pembuatan jalan baru oleh tentara Lebanon atau dikenal dengan Lebanese Armed Force (LAF) di Temporary Point (TP) area 35. Pembuatan jalan baru dilakukan karena masih banyaknya ranjau di wilayah perbatasan Lebanon.

“Sebagai bentuk protes pembuatan jalan baru oleh LAF, Israel mengirim tiga unit tank Merkava beserta beberapa prajurit yang berjalan kaki di samping kanan dan kiri tank dan membuka Iron Gate dekat TP 35 untuk dilalui,” pungkasnya.

“Tak berselang lama datang 20 orang tentara LAF dengan bersenjata lengkap dan menempatkan beberapa penembak jitu di atap sebuah rumah kecil di area TP 35,” tambah Dansatgas.

Melihat kejadian tersebut, personel Satgas Indobatt XXIII-O/UNIFIL yang tengah berjaga di TP 35 dan TP 36 melaporkan kepada komando atas dan langsung direspon oleh markas UNIFIL dengan mengotorisasi pengiriman 47 personel Battalion Mobile Reseved (BMR) Indobatt untuk mendirikan blokade di TP 35 dan TP 36 serta untuk mencegah hal yang tidak diinginkan.

“Saya perintahkan kepada seluruh personel untuk memperpanjang waktu pemasangan blokade serta selalu siaga dan waspada terhadap segala kemungkinan terburuk dan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan mengingat banyaknya masyarakat sipil yang berdatangan ke lokasi,” tegasnya. (Pen/Red)

 

Minggu, 07 Maret 2021

Usai Penyelidikan, WHO Segera Umumkan Asal Usul Virus Corona

Usai Penyelidikan, WHO Segera Umumkan Asal Usul Virus Corona

SULUH POS ■ Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization atau WHO) bakal mengungkapkan soal penyebab munculnya virus corona (Covid-19).

Hal itu merupakan hasil penyelidikan sejumlah peneliti WHO beberapa bulan terakhir ini. Hasilnya bakal diumumkan pertengahan bulan ini.

Kepala Misi Tim WHO Peter Ben Embarek mengatakan, hasil penyelidikan WHO ini berisi tentang asal usul virus Corona muncul di Wuhan, China pada Desember 2019 lalu.

"Waktu (pengumuman hasil) nya adalah 14-15 Maret," ujarnya dikutip dari Reuters, Sabtu 6 Maret 2021.

Adapun Ben sempat mengatakan bahwa virus Corona kemungkinan berasal dari hewan kelelawar.

Namun, belum diketahui bagaimana caranya hingga bisa sampai ke manusia.

Oleh karenanya, hasil penelitian ini nantinya akan menjelaskan secara rinci bagaimana virus itu terjadi, dari mana berasal hingga bisa sampai ke tubuh manusia.

"Apa yang telah dilakukan tim mereka benar-benar bekerja keras untuk mencoba mendapatkan laporan lengkap sehingga kami dapat melakukan diskusi yang tepat," kata pakar kedaruratan WHO Mike Ryan.

Di sisi lain, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memastikan bahwa hasil laporan nanti akan diungkapkan secara transparan.

Penyelidikan yang dilakukan pun cukup lama. Sebab, Tim WHO sudah tiba di Wuhan sejak 14 Januari lalu dengan tetap diawasi ketat oleh pihak berwenang China.

Selasa, 02 Maret 2021

Makin Membara, Jumlah Pendemo Di Myanmar Terus Bertambah

Makin Membara, Jumlah Pendemo Di Myanmar Terus Bertambah

SULUH POS ■ Myanmar kembali diguncang aksi protes, Kali ini aksi mereka mendapat perlawanan dari pihak kepolisian yang berusaha untuk membubarkan para pendemo.

Polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan lebih dari 300 demonstran di dekat halte bus Sin Yay Twin di Jalan Insein Yangon pada pukul 10:45 pagi. Para pengunjuk rasa mundur ke utara ke halte bus Butar Yone. Penduduk setempat membantu para korban gas air mata.

Sementara itu, dua dakwaan lagi diajukan terhadap Aung San Suu Kyi ketika polisi menekan pengunjuk rasa, yang menggelar aksi di Yangon, sehari setelah kekerasan pasca kudeta yang terburuk.

Pemimpin Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi muncul dalam sidang pengadilan melalui tautan video dan didakwa dengan pelanggaran pidana tambahan pada hari Senin, ketika pengunjuk rasa anti-kudeta berkumpul di seluruh negeri untuk menentang tindakan keras pasukan keamanan yang menewaskan sedikitnya 18 orang sebelumnya. 

Pria berusia 75 tahun itu tampak sehat saat mengambil bagian dalam sidang pengadilan dari ibu kota, Naypyidaw, dan meminta untuk bertemu dengan tim hukumnya, kata pengacara Min Min Soe kepada kantor berita Reuters.

Pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), yang menangi pada pemilu November lalu yang sekarang dibatalkan, belum terlihat di depan umum sejak penahanannya pada 1 Februari ketika militer merebut kekuasaan, menuduh meluasnya kecurangan dalam pemilu.

Tak lama kemudian, dia didakwa mengimpor enam radio walkie-talkie secara ilegal serta melanggar undang-undang bencana alam dengan menggelar kampanye selama pandemik virus corona.

Tuduhan ketiga, yang diajukan pada hari Senin, berada di bawah bagian hukum pidana era kolonial yang melarang publikasi informasi yang dapat "menyebabkan ketakutan atau alarm" atau mengganggu "ketenangan publik", kata Min Min Soe, dikutip dari Al Jazeera, Selasa (2/3).

Tuduhan lain juga ditambahkan di bawah undang-undang telekomunikasi, kata pengacara, yang menetapkan bahwa peralatan membutuhkan izin.

Pemimpin Junta Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan pihak berwenang menggunakan kekuatan minimal. Namun demikian, setidaknya tiga pengunjuk rasa telah tewas dalam minggu-minggu kekacauan itu. Tentara mengatakan seorang polisi juga tewas.

Di Sidang Umum PBB, Duta Besar Myanmar Kyaw Moe Tun mengatakan, bahwa dia berbicara atas nama pemerintah Suu Kyi dan meminta pihak internasional melakukan segala cara yang diperlukan untuk mengambil tindakan terhadap militer Myanmar dan untuk memberikan keselamatan dan keamanan bagi rakyat.

“Kami membutuhkan tindakan sekuat mungkin dari komunitas internasional untuk segera mengakhiri kudeta militer ... dan memulihkan demokrasi,” katanya.

Kyaw Moe Tun tampak emosional saat membaca pernyataan atas nama sekelompok politisi terpilih yang menurutnya mewakili pemerintah yang sah.

Menyampaikan kata-kata terakhirnya dalam bahasa Burma, diplomat karir itu memberi hormat tiga jari kepada para pengunjuk rasa pro-demokrasi dan mengumumkan ‘tujuan kami akan menang’.

Menanggapi itu, para penentang kudeta memuji Kyaw Moe Tun sebagai pahlawan dan membanjiri media sosial dengan pesan terima kasih.

Pelapor Khusus PBB Tom Andrews bahkan mengatakan dia kewalahan saat melihat 'tindakan keberanian' duta besar itu. (**)

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved