Asahan | Musim kemarau yang sudah hampir memasuki tiga bulan membuat petani cabe rawit Desa khawatir dan was-was jikalau hujan tak kunjung turun, dalam kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/Air Joman jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Alexander Sitepu turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama dengan Petani Cabe sekaligus membantu Panen Cabe, kegiatan pendampingan ketahanan pangan dengan ikut serta dan mensosialisasikan ketahanan pangan di tingkat keluarga sebagai dari pemanfaatan lahan perkarangan rumah seluas 150m² yang ditanam Sayur²an dan Cabe, komsos dengan warga binaan yang sedang panen cabai rawit dimana hasil yang kurang memuaskan akibat musim kemarau, dengan mengunjungi petani cabe di kebun Bapak Iwan, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Kelurahan Binser Jalan Besar Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan, Senin (22/09/2025).
Pada
Kesempatan ini Babinsa melakukan pendampingan rutin di desa binaannya sembari
memberikan masukan supaya merawat cabe sesuai dengan yang di anjurkan supaya
hasilnya maksimal dimana harga cabe pada saat ini juga mencapai Rp.35.000./kg
di pasaran hal ini tentunya sangat membantu ekonomi masyarakat di samping itu
juga Babinsa memberikan motivasi kepada
petani agar selalu menjaga kesehatan dan mendukung program pemerintah dan
pemberdayaan masyarakat produktif terkait penguatan ketahanan pangan akan
tercapai, pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan wujud nyata TNI-AD
manunggal dengan Rakyat.
Pada
kesempatan tersebut Babinsa Serda Alexander Sitepu saat dikebun cabe yang
sedang panen cabe memaparkan, “Musim kemarau yang sudah hampir 3 bulan ini
membuat kami sebagai petani mulai khawatir dengan cuaca yang ada, bisa-bisa
kami merugi jika gagal panen yang disebabkan kemarau panjang, buktinya cabe
yang kami tanam diperkebunan ini hampir 10 ribu, dampak dari kemarau 4 ribu
lainnya mati dan jika hujan tidak kunjung turun bisa-bisa kami merugi”
sambungnya.
Petani
pun menyampaikan, “Dampak dari kemarau terhadap hasil panen sangat nampak kalau
awalnya kami bisa panen 50-70 Kg per 3 hari sekarang seminggu hanya bisa panen
20-50 perminggu sangat turun drastis hal ini disebabkan banyak buah yang gugur
dan buah banyak yang kempis atau dalam bahasa kampung kami bilang mayot”, jelasnya.
%20(Copy).jpeg)
0 Komentar