Asahan | Rumput pakchong merupakan jenis rumput hibrid yang pertama kali ditanam oleh Prof. Dr. Krailas di daerah Pak Chong, Thailand. Rumput jenis ini memiliki kandungan nutrisi yang banyak, sehingga banyak dicari oleh peternak di manapun. Tinggi Rumput ini bisa mencapai 5 meter, kandungan protein rumput pakchong disebut lebih tinggi dari rumput taiwan dan rumput odot. Rumput pakchong mengandung 16,45 persen protein, rumput taiwan 13 persen, sedangkan rumput odot hanya 11,6 persen. Pada kapasitas produksi, rumput pakchong juga lebih unggul daripada dua jenis rumput lainnya di mana memiliki kapasitas produksi 1500 ton/ha/tahun. Berbeda dengan rumput taiwan yang hanya 400 ton/ha/tahun dan rumput odot yang hanya mencapai 350 ton/ha/tahun Dengan begitu Anda bisa melihat, bahwa rumput pakchong memiliki produktivitas tinggi dengan kualitas yang tinggi pula.
Secara
saintifik, rumput pakcong memiliki jenis spesies yang sama dengan napier taiwan
dan napier india, namun di atara ketiga jenis tersebut, pakchong dianggap
paling mampu menghasilkan pangan langsung untuk peternak dibanding dengan jenis
rumput lain, dalam kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara
Pembina Desa (Babinsa) Koramil 06/Kisaran jajaran Kodim 0208/Asahan Serda Irsan
Siregar turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan Hanpangan di Kebun
Bapak Erwin, kegiatan yang dilakukan babinsa yaitu ikut memanen rumput Pakchong
yang mengandung protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan abu sangat cocok
untuk makanan ternak seperti sapi, kerbau dan kambing sehinga produktivitas
lebih tinggi, kualitas nutrisi yang unggul (protein tinggi), pertumbuhan ternak
lebih sehat, serta menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan tersebut yang
dilaksanakan bertempat di Kelurahan Si Umbut Baru Kota Kisaran Timur Kabupaten
Asahan, Selasa (23/09/2025).
Rumput
pakcong memiliki umur yang panjang, yaitu bisa tumbuh mencapai 9 tahun dan bisa
dipanen setiap 40 sampai 50 hari. Uniknya, jenis rumput ini hanya perlu disiram
seminggu sekali ketika berada di musim kemarau. Selain itu, rumput jenis ini
juga tidak berduri sehingga akan memudahkan Anda saat panen. Babinsa mengatakan
bahwa, ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk membudidayakan rumput
pakchong, diantaranya kelembapan lingkungan, pergerakan akar, penyinaran
matahari, hingga sirkulasi udara. “Agar mendapatkan panen yang maksimal, bibit
yang digunakan harus berkualitas, sehingga kita harus siapkan bibit unggul agar
tanaman bisa tumbuh dengan baik dan mendapatkan hasil panen yang maksimal,”
kata Babinsa Serda Irsan Siregar.
%20(Copy).jpeg)
0 Komentar