Sabtu, 13 Agustus 2022

Bersama Masyarakat, Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun Monitor PMK Pada Hewan Ternak

Bersama Masyarakat, Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun Monitor PMK Pada Hewan Ternak


Simalungun  |  penyakit mulut dan kuku (PMK) ini mudah penyebarannya diharapkan para warga masyarakat binaan jangan panik, oleh sebab itu kita harus waspada, Waspada yang dimaksud adalah menjaga kebersihan kandang, menyemprot disinfektan merek apa saja yang bisa dibeli poultry. Atau bisa juga menggunakan detergen yang dicampur air, kemudian disemprotkan ke sekeliling kandang, dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pmebina Desa (Babinsa) Koramil 10/Tanah Jawa jajaran Kodim 0207/Simalungun Serda HSP Hutabarat turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan monitor ternak tentang perkembangan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) diwilayah binaan, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Nagori Marihat Mayang Kecamatan Huta Bayu Raja Kabupaten Simalungun, Sabtu (13/08/2022).

Pada kesempatan tersebut Babinsa Serda HSP Hutabarat menekankan kepada warga  agar selalu merawat kandang serta memberikan obat tambahan kepada peliharaan nya seperti kunyit, temu lawak (di parut) serta gulamerah rebus untuk membantu immun supaya tidak mudah terserang penyakit PMK. Dengan turun kewilayh binaan untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dan peninjauan dan pengobatan hewan ternak yang diperkirakan sudah mulai terkenak wabah virus PMK (Penyakit Mulut Kuku), kegiatan ini bertujuan agar Virus yang mulai berkembang di hewan tidak mudah menyebar ke hewan lainnya, terang Babinsa Serda HSP Hutabarat.

Pada kesempatan tersebut Babinsa Serda HSP Hutabarat mengungkpakan memohon kepada warga masyarakat di wilayah Kabupaten Simalungun khusunya Nagori Marihat Mayang Kecamatan Huta Bayu Raja supaya tidak panik menyikapi penyakit  mulut dan kuku (PMK) atau apthae epizooticae pada hewan ternak sapi yang dipelihara. “Khususnya peternak sapi dimohon yang pertama, jangan panik, pihaknya juga menyarankan, agar kandang hanya dimasuki oleh pemiliknya saja, orang lain tidak usah masuk kandang. Kalau terpaksa harus masuk ke kandang harus cuci tangan dan kaki terlebih dahulu dengan disinfektan, sehingga orang yang masuk benar-benar steril. Juga pemiliknya harus demikian, kalau habis bepergian harus cuci tangan dan kaki pakai sabun atau disinfektan, termasuk sepatu atau sandalnya juga dicuci. Hal itu agar terhindar dari virus yang dibawa, mungkin bisa dari pasar atau luar kota dan sebagainya,” terangnya.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved