Asahan | Jembatan yang menjadi urat nadi perekonomian warga tersebut dilaporkan terputus akibat mengalami kerusakan struktur setelah menahan beban yang tidak seimbang. Selama ini, jembatan tersebut aktif dimanfaatkan oleh warga setempat untuk melangsir hasil panen pertanian, khususnya kelapa sawit, serta menjadi satu-satunya akses utama menuju lahan garapan dan perkebunan warga. Menyikapi kondisi yang menghambat aktivitas ekonomi tersebut, Babinsa langsung turun ke lapangan memelopori kerja bakti. Meski dihadapkan pada keterbatasan sarana, personel Babinsa bersama puluhan warga tidak menyurutkan semangat mereka. Dengan menggunakan alat dan bahan seadanya seperti kayu log, papan, dan peralatan pertukangan manual, mereka saling bahu-membahu memperbaiki bagian jembatan yang rusak.
Gotong
royong ini tidak hanya bertujuan untuk memulihkan akses transportasi yang
terputus, tetapi juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam
mengatasi kesulitan di wilayah binaan, dalam kesempatan ini seperti yang
dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 07/Air Joman
jajaran Kodim 0208/Asahan Sertu Wagito turun kewilayah binaan untuk
melaksanakan kegiatan Gotong royong perbaiki jembatan yang rusak dan akses
jalan, bersama dengan Bapak Topik (warga), Bapak Muslim (warga), Bapak Poniman
(warga), Bapak Misdi (warga) dan Bapak Tukino (warga), kegiatan tersebut yang
dilkaksanakan bertempat di Dusun 3 Desa Silo Bonto Kecamatan Silau Laut Kabupaten
Asahan, Kamis (02/07/2026).
Kegiatan
tersebut difokuskan pada perbaikan jembatan akses pertanian yg terputus akibat
beban yg tidak seimbang yg selama ini dimanfaatkan untuk melangsir hasil
pertanian seperti sawit serta menuju lahan garapan warga.Dengan alat dan bahan
seadanya,mereka saling bahu membahu memperbaiki bagian jembatan yang rusak agar
segera dapat digunakan kembali. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata dukungan
TNI kepada masyarakat,khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan warga
diwilayah binaan sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan
persoalan dilingkungan desa demi mendukung kemajuan dan kemakmuran warga
binaan. "Jembatan ini adalah jalur vital bagi warga untuk membawa hasil
kebun, terutama sawit. Jika dibiarkan berlarut-larut, kasihan warga karena
perputaran ekonomi mereka bisa lumpuh. Oleh karena itu, hari ini kita swadaya,
memanfaatkan material yang ada dulu yang penting jembatan ini bisa segera
dilalui kembali dengan aman, perbaikan darurat ini diharapkan dapat menyambung
kembali aktivitas harian para petani sawit dan warga yang hendak menuju lahan
garapan, sembari menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait untuk
perbaikan jembatan yang lebih permanen" ujar Babinsa.
%20(Copy).jpeg)
0 Komentar