Asahan | Para Babinsa merupakan ujung tombak sebagai mata dan telinga dari TNI AD matra darat yang selalu berada tengah-tengah masyarakat dari unsur toga,tomas,toda pengusaha dan masyarakat petani serta buruh tani. Babinsa harus dapat memberikan contoh yang terbaik, dalam membina desa binaan setempat. Babinsa selalu bersinergi dengan segala lapisan masyarakat binaan termasuk petani dan penggarap tebu agar selalu waspada dan hati- hati saat pembersihan dan pembakaran bekas ladang tebu karena banyak terjadi kebakaran yang berasal pembakaran bekas ladang tebu yang menjalar ke ladang tebu serta merambah sampai ke pemukiman warga.
Dalam
kesempatan ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pembina Desa
(Babinsa) Koramil 18/Meranti jajaran Kodim 0208/Asahan Sertu Irawiyadi turun
kewilayah untuk turut serta melaksanakan kegiatan Hanpangan dengan Petani Tebu
dalam ketahanan pangan di ladang kebun warga masyarakat binaan Bapak Irwanto, dalam
rangka maksud dan tujuan dilakukan untuk membantu para petani Tebu dalam
mengembangkan dan mendorong para petani lebih Rajin, bekerja keras dan aspirasi
warga mengolah lahan kosong dan menciptakan
hubungan yang baik antara babinsa dengan warga binaan, kegiatan tersebut
yang dilaksanakan bertempat di Desa Panca Arga Kecamatan Rawang Panca Arga
Kabupaten Asahan, Selaa (12/08/2025).
Dengan
melaksanakan komsos bersama petani kebun tebu Babinsa juga selalu menghimbau
para petani tebu salah satunya Bapak Irwanto untuk tetap mematuhi Peraturan
Pemerintah Dengan tidak membakar Sisa garapan lahan tebu, sehingga tidak
mengakibatkan terjadinya Karhutla, pencapaian hasil maksimal tidak terlepas
dari usaha dan perencanaan yang matang, juga perlu modal dan manajemen yang
matang. Keterbatasan terkadang bisa jadi penyebab dari hasil akhir yang kurang
memuaskan, terjadinya gagal panen dan pencapaian kurang maksimal.
Pada
kesempatan kali ini menurut Babinsa tanaman tebu mudah tumbuh di daerah
beriklim tropis, penanaman tebu sekali bisa dipanen berkali-kali, petani
tinggal merawat tunas-tunas baru yang tumbuh, kelebihan lain tanaman tebu tidak
membutuhkan pemupukan dalam jumlah besar seperti jagung sehingga lebih
menghemat biaya, salah satu kendala untuk meningkatkan produksi yaitu serangan
hama, kerugian yang disebabkan oleh hama dan penyakit yang cukup tinggi
menyakibatkan penurunan produksi gula sekitar 10%. Bahkan serangan hama
penggerek pucuk pada umur 5 bulan sebelum tebang dapat menurunkan produksi gula
52-73” ungkapnya.
%20(Copy).jpeg)
0 Komentar