Simalungun | Pada Kunjungan Kerja Tim Agraria Kedeputian II Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dalam rangka monitoring proses penanganan konflik agraria antara warga Nagori Mariah Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dengan PTPN IV Bah Jambi, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Rumah Dinas Bupati Simalungun, Jalan Lintas Saribu Dolok Bahapal Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun, Jumat (31/03/2023).
Kunjungan
Kerja Tim Agraria Kedeputian II Kantor Staf Presiden Republik Indonesia dalam
rangka monitoring proses penanganan konflik agraria antara warga Nagori Mariah
Jambi Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi dengan PTPN IV Bah Jambi tersebut turut
serta dihadiri oleh, Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga S.H., M.H.,
Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Hadrianus Yossy, S.B, S.I.Pem.,M.Han.,
Kapolres Simalungun AKBP Ronald F.C. Sipayung S.H., S.I.K., M.H., Sekda
Kabupaten Simalungun Drs. Esron Sinaga M.si., Asisten Pemerintah dan Rakyat Kabupaten Simalungun A. Saragih.,
Kepala BPN Simalungun Moren Naibaho, Kasatpol PP Simalungun Adnadi Girsang,
Kadis Kesbangpol Simalungun Arifin Nenggolan SH, Kadis tata pemerintah
Kabupaten Simalungun H. Purba, Kepala bagian hukum Kabupaten Simalungun Frengki
F. Purba., Pihak PTPN IV Fendri F Ginting, Hardi Sugandi., Pihak PTPN III Ibnu
S. Sitono, Dahlian M. Kariamun dan APK Bah Jambi Mawan Kurniawan.
Adapun
Tim Agraria Kedeputian II Kantor Staf Presiden Republik Indonesia adalah Bapak
Sahat M. Lumbanraja (Tenaga Ahli Madya) dan Ibu Imanta Ginting (Tenaga Ahli
Muda).
Pada
kesempatan tersebut Tim Agraria Kedeputian II Kantor Staf Presiden Republik
Indonesia mengungkapkan Terus terang kunjungan kami ini sangat eksekutif dan
kami diperintahkan turun langsung ke lapangan agar memantau langsung
permasalahan yang sedang terjadi agar semua bisa berjalan kondusif. Sesuai
pantauan kami tadi dilapangan memang sangat dimungkinkan lahan tersebut
dilimpahkan kepada masyarakat karena situasi dan kondisi masyarakat yang sangat
miskin. Memang perlu dilaksanakan penelitian ulang terkait verifikasi objek dan
subjek tanah/lahan yang ada diwilayah HGU, terangnya.
Pada
kesempatan tersebut Kapolres Simalungun mengungkapkan dari awal kami dari pihak
Polri, TNI dan Pemkab Simalungun sudah aktif mensosialisasikan kepada
masyarakat agar tidak arogan dan anarkis dalam mengambil tindakan, Saya sebagai
Kapolres lebih mengajak ke bagian Kamtibmas dan akan kami dukung supaya bisa
mengedepankan kantibnas.
Dandim
0207/Simalungun mengungkapkan Kami pada dasarnya memegang apa yang sudah
disepakati bersama, yang kami khawatirkan di daerah gurila karena sempat
terjadi gesekan dengan masyarakat. Saya berharap kepada pihak PTPN untuk
menjaga lahan Hgu-nya agar masyarakat
tidak ada yang masuk serta mengelola
lahan milik PTPN tersebut. Harapannya di areal lahan HGU yang berada disekitar pemukiman warga tidak
dimasukkan listrik dan segala infrastruktur agar masyarakat tidak betah tinggal
disitu. Kami pihak TNI pada dasarnya
siap membantu Pemda dan Polri
apabila ada permintaan untuk membantu. Sejauh ini Anggota TNI yang
diperbantukan tidak pernah melakukan gesekan dan kekerasan dengan masyarakat
dalam melaksanakan pengamanan di lapangan, terangnya.
Dari
pihak BPN Kabupaten Simalungun mengungkapkan Harapan kami dari BPN menyarankan
agar kita saling menahan diri baik dari pihak PTPN dan Pihak masyarakat. Dalam
hal ini juga silahkan menahan diri sampai ada putusan dari pusat. Soal teknis
kami hanya melaksanakan tugas, perlu adanya dilakukan penelitian subjek dan
objeknya masyarakat. Ada yang mengusulkan pengukurun ulang lahan yang sedang
bermasalah.
Dari
pihak PTPN IV mengatakan Secara hukum mengatakan kalau itu hak gunanya PTPN IV.
Masyarakat yang mengklaim lahan tersebut perlu klarifikasi ulang. Kami tidak
mau ini menjadi efek bagi PTPN yang lain karena begitu gampang masyarakat bisa
menguasai suatu lahan. Kami dari pihak PTPN juga berharap agar masalah ini
dapat diselesaikan secepatnya.
Bupati
Simalungun juga mengungkapkan di tahun politik ini kita hindari konflik-konflik
dan pargulatan-pargulatan politik yang ada di wilayah Kabupaten Simalungun. Kepada
pihak PTPN IV BahJambi supaya jangan sampai melebar lahan yang di eksekusi oleh
masyarakat atau yang dikelola oleh masyarakat. Saya selaku kepala daerah
meminta agar kita saling mengenal diri jangan sampai terjadi gesekan-gesekan dengan
masyarakat. Hukum harus ditegakkan tetapi melihat situasi kehidupan masyarakat
di wilayah bah Jambi sangat miris, yang mana kehidupan masyarakat sangat
miskin. Mari kita sama-sama bergandengan mencari solusi dan cara bagaimana
supaya masyarakat kita yang berada di sana jangan sampai brutal dan jangan
gampang terprovokasi. Kami dari pihak Forkopimda Simalungun tidak bisa memihak
kepada pihak manapun karena semua adalah masyarakat Simalungun.
%20(Copy).jpeg)
0 Komentar