Kamis, 22 September 2022

Laksanakan Pembongkaran Dan Pemindahan KJA Dilakukan Forkofinca Dan Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun

Laksanakan Pembongkaran Dan Pemindahan KJA Dilakukan Forkofinca Dan Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun


Simalungun  |  Demi pelestarian lingkungan dan ekosistem Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus menata dan penertibkan Keramba Jaring Apung (KJA) yang produksi ikannya mencapai 30.000 ton per tahun. Targetnya, sampai akhir 2023, produksi ikan cuma 10.000 ton saja setiap tahunnya. Ketua Tim Penataan KJA Danau Toba Binsar Situmorang mengatakan, penataan dan penertiban sedang dilakukan di KJA yang berada di tujuh kabupaten lingkar danau yaitu Toba, Samosir, Karo, Tapanuli Utara, Simalungun, Humbanghasundutan dan Dairi. "Lagi penataan, seluruh kabupaten sudah disurati gubernur. Produksi 10.000 ton per tahun, sudah dialokasikan per kabupaten," kata Binsar, Jumat (17/6/2022). Penataan dan penertiban tidak hanya untuk KJA milik perorangan, yang dikelola perusahaan atau korporasi juga diberlakukan. "Sampai 2023, kalau tidak bisa membersihkan dan menertibkan, ada sanksinya," imbuhnya.

Dalam hal ini Komandan Koramil (Danramil) 15/Dolok Pardamean Kapten Inf D Sembiring jajaran Kodim 0207/Simalungun dan anggotanya Personel BIntara Pembina Desa (Babinsa) bersama dengan Forkofinca Dolok Pardamean turun kewilayah binaan untuk turut serta melaksanakan kegiatan pembongkaran dan pemindahan KJA milik  warga petani di pinggiran Danau Toba sesuai dalam penerapan pembersihan KJA dalam meningkatkan potensi parawisata, bersama dengan Camat Dolok Pardamean Bapak Rulianto Girsang Spi Msi, Danramil 15/Dolom Pardamena Kapten Inf D Sembiring, Kapolsek AKP H Tampubolon, Kabid Trantib Satpol PP Simalungun Bapak Fendi Raya Girsang dan para Petani KJA Tigaras, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Nagori Tigaras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Kamis (22/09/2022).

Danramil mengungkapkan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumut akan bekerja sama dengan pakar lingkungan dari LIPI dan ITB untuk membahas layak atau tidak KJA dengan produksi 10.000 per tahun, kemudian mata pencarian pengganti untuk masyarakat yang menggantungkan hidup dari keramba. "Kita tata, kita cari alih mata pencariannya, apakah di bidang perikanan atau pertanian. Tidak kita korbankan mereka, sama-sama kita jaga lingkungan lebih baik lagi. Kalau bisnis perikanan pengen lebih besar, bagaimana danau kita, nanti lebih rusak. Ini harus kita tata ulang," ujar Danramil.

Tak hanya itu, Danramil juga enggan memberikan keterangan mengenai penataan khusus untuk acara Women 20 Summit yang akan diselenggarakan di Parapat, Kabupaten Simalungun, beliau mengimbau masyarakat pemilik KJA untuk tidak mengotori danau. "Tidak ada penataan khusus, tapi kita informasikan ada tamu 20 negara, tolong ini dijaga. Jangan dikotori, jangan ada kesalahan teknis tidak mendukung," tutup Danramil.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved