Selasa, 19 Juli 2022

Cek Penyebaran Wabah Virus PMK (Penyakit Mulut Kuku) Dilakukan Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun

Cek Penyebaran Wabah Virus PMK (Penyakit Mulut Kuku) Dilakukan Personel Jajaran Kodim 0207/Simalungun


Simalungun  |  Meski sebenarnya penyakit mulut dan kuku (PMK) ini mudah penyebarannya diharapkan para warga masyarakat binaan jangan panik, oleh sebab itu kita harus waspada, Waspada yang dimaksud adalah menjaga kebersihan kandang, menyemprot disinfektan merek apa saja yang bisa dibeli poultry. Atau bisa juga menggunakan detergen yang dicampur air, kemudian disemprotkan ke sekeliling kandang, dalam hal ini seperti yang dilakukan oleh Personel Bintara Pmebina Desa (Babinsa) Koramil 17/Sidamanik jajaran Kodim 0207/Simalungun Koptu Jhon F Sitio turun kewilayah binaan untuk melaksanakan kegiatan monitor ternak tentang perkembangan Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) diwilayah binaan, kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Nagori Pematang Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun, Selasa (19/07/2022).

Disini Babinsa Koptu Jhon F Sitio menekankan kepada warga  agar selalu merawat kandang serta memberikan obat tambahan kepada peliharaan nya seperti kunyit, temu lawak (di parut) serta gulamerah rebus untuk membantu immun supaya tidak mudah terserang penyakit PMK. Dengan turun kewilayh binaan untuk melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dan peninjauan dan pengobatan hewan ternak yang diperkirakan sudah mulai terkenak wabah virus PMK (Penyakit Mulut Kuku), kegiatan ini bertujuan agar Virus yang mulai berkembang di hewan tidak mudah menyebar ke hewan lainnya, terang Babinsa Koptu Jhon F Sitio.

Pada kesempatan tersebut Babinsa Koptu Jhon F Sitio mengungkpakan memohon kepada warga masyarakat di wilayah Kabupaten Simalungun khusunya Nagori Pematang Kecamatan Pematang Sidamanik supaya tidak panik menyikapi penyakit  mulut dan kuku (PMK) atau apthae epizooticae pada hewan ternak sapi yang dipelihara. “Khususnya peternak sapi dimohon yang pertama, jangan panik, pihaknya juga menyarankan, agar kandang hanya dimasuki oleh pemiliknya saja, orang lain tidak usah masuk kandang. Kalau terpaksa harus masuk ke kandang harus cuci tangan dan kaki terlebih dahulu dengan disinfektan, sehingga orang yang masuk benar-benar steril. Juga pemiliknya harus demikian, kalau habis bepergian harus cuci tangan dan kaki pakai sabun atau disinfektan, termasuk sepatu atau sandalnya juga dicuci. Hal itu agar terhindar dari virus yang dibawa, mungkin bisa dari pasar atau luar kota dan sebagainya,” terangnya.

Bahwa pemerintah segera melakukan langkah-langkah untuk kembali membebaskan Indonesia dari penyaki mulut dan kuku. Sekali lagi jangan panik karena pemerintah segera melakukan langkah-langkah untuk kembali membebaskan Indonesia dari penyakit mulut dan kuku, kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak. Selain memeriksa kesehatan pada hewan ternak, juga diberikan penyuluhan secara teori terkait virus PMK kepada para peternak oleh Dinas Peternakan, terang Babinsa Koptu Jhon F Sitio.

Dalam pendampingannya, bahwa kepada pemilik hewan ternak, terutama sapi, mengimbau untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Babinsa serta mengikuti anjuran yang diberikan petugas Disperta. Termasuk melaporkan sejak dini jika ditemukan indikasi sapi terpapar virus PMK. Salah satu cara pencegahan yang baik terhadap virus PMK itu tidak hanya memberikan makanan yang bagus untuk hewan ternak, tetapi juga faktor kandang yang harus memenuhi syarat. Sarana prasara seperti kandang untuk hewan ternak harus selalu dijaga kebersihannya. Karena itu, peternak diharapkan setiap pagi dan sore rajin membersihkan kotoran hewan yang ada di dalam kandang, tutup Babinsa Koptu Jhon F Sitio.


 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved