Senin, 22 Maret 2021

Bayi Perempuan Cantik Baru Lahir Ini Diduga Dibuang Ibunya Depan Warung

Bayi Perempuan Cantik Baru Lahir Ini Diduga Dibuang Ibunya Depan Warung

SULUH POS ■ Warga di Kampung Panyawean Rt 02 Rw 01 Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menemukan bayi yang diduga sengaja dibuang oleh orang tuanya. 

Bayi tersebut sengaja ditaruh didalam kardus dan diletakkan didepan warung milik warga.

"Saat saya hendak buka warung tiba - tiba didepan warung ada bayi baru lahir masih lengkap dengan ari arinya," ungkap Dede (55) salah satu warga penemu bayi kepada Pasundanpost.com saat ditemui, pada Senin (22/3/2021).

Dede menjelaskan, bayi berjenis kelamin peremuan tersebut pertama kali ia temukan pada Minggu pagi (21/3/2021) kemarin sekitar pukul 07:00 wib.

Menurut Dede, ketika ditemukan bayi tersebut masih berbalut dengan beberapa helai kain yang kemudian dibungkus dengan kardus.

Bayi Perempuan Cantik Baru Lahir Ini Diduga Dibuang Ibunya Depan Warung

"Kalau dilihat dari tangan gelang identitas pasien yang masih menempel di bayi atas nama Nyonya Laras, bayi tersebut diperkirakan masih berumur empat hari," paparnya.

Dede menambahkan, saat ini sang bayi malang tersebut sudah ia laporkan kepada RT setempat yang kemudian diserahkan langsung kepada Bidan Desa setempat.

"Begitu ditemukan juga sudah saya serahkan langsung ke Bidan Desa yang disaksikan bapak RT," tukasnya.

Sementara itu, saat di konfirmasi Kepolisian Sektor Pacet maupun Puskesmas Cipendawa belum memberikan keterangan secara resmi  terkait penemuan bayi tersebut.  (PP)

Waspada SMS dari Chat-V - d08, Bisa Bobol HP dan Curi Data

Waspada SMS dari Chat-V - d08, Bisa Bobol HP dan Curi Data

SULUH POS ■ "Yanto, kemarin lixhat kamu pas nyebrang jalan, lixhat foto inni chat-v.com/s/9jlfg5."

Pernahkah kamu mendapatkan SMS dengan kalimat seperti di atas? Jika pernah, kamu harus waspada. Pasalnya SMS yang disebut spam Chat-V ini bisa berbahaya dan diperkirakan dapat meretas smartphone korban.

Lembaga non-profit pembela hak digital, SAFEnet, telah melakukan penelitian yang dilakukan sejak Oktober 2019 lalu terkait SMS misterius tersebut. Hasil temuannya, SMS spam Chat-V memang mengindikasikan bahaya kepada para penerimanya. Bahaya yang diakibatkan bisa membuat data pribadi korban diambil, hingga peretasan smartphone.

Direktur Eksekutif SAFEnet, Damar Juniarto, menjelaskan dalam penelitian yang dilakukan oleh SAFEnet bersama AccessNow berdasarkan laporan yang diterima dari masyarakat. Banyak dari mereka, menerima SMS yang serupa dari nomor yang tidak dikenal. Isi SMS didahului nama panggilan penerima dan diakhiri link Chat-V.com.

"Mereka mendapatkan SMS serupa. Kenapa bisa serupa, karena berasal dari nomor-nomor yang pengirim tidak dikenal, lalu menyapa dengan nama panggilan yang langsung ditulis, lalu kalimat berikutnya bisa macam-macam. Dan selalu diakhir dengan short link yang harus di-klik, Chat-V.com," jelasnya ketika dihubungi kumparan, Selasa (28/1).

Damar menjelaskan pengirim SMS tersebut berasal dari nomor telepon yang berbeda-beda, dari berbagai operator. SAFEnet kemudian menelusuri link Chat-V yang ada di dalam SMS tersebut.  

Pemindaian menggunakan dua website yaitu VirusTotal dan URLScan. Di sana menunjukkan, link tersebut masuk kategori aman. Kedua situs yang memindai tidak menemukan malware apapun di tautan tersebut. Bahkan, situs VirusTotal mencatat beberapa tautan serupa telah didaftarkan.

Namun, ketika dicek dengan Sucuri.net, tingkat bahaya link tersebut masuk dalam kategori sedang. Salah satu alasannya, karena dia tidak pakai https. Sucuri juga menunjukkan apa saja yang tersimpan dalam tautan tersebut dan sangat mencurigakan.

"Temuan pertama mencurigakan, soalnya kok ada link yang mengarah pada aplikasi iOS yang harus diinstal. Ini agak aneh, soalnya biasanya link yang dikasih itu android ya untuk android. Agak aneh kalo dapat link download iOS di Android, enggak kompatibel," tuturnya.

Link tersebut meminta penerima SMS menginstal aplikasi seperti MiChat dan lainnya yang tergolong berbahaya. Damar menjelaskan aplikasi-aplikasi tersebut bisa otomatis mengakses folder dokumen, foto, WhatsApp, lalu WiFi yang digunakan. Ini bisa mengambil privasi dan keamanan dari ponsel.

Lalu, dampak yang paling parah adalah di aplikasi tersebut ada yang menyisipkan kode untuk meretas perangkat smartphone. Nantinya peretas bisa mengakses smartphone dari jarak jauh.

"Ada tambahan kode perintah Linux SU atau Super User. Jadi barang siapa yang terlanjur menginstal aplikasi itu, handphone-nya bisa di-take over oleh orang lain," tutur Damar.

Alasan tahu nama pengguna

Salah satu yang menjadi pertanyaan adalah darimana pengirim SMS bisa mengetahui nama si penerima, bahkan tidak kenal sekalipun. Damar menjelaskan sebetulnya, si pengirim SMS spam Chat-V telah mendapatkan nama korban dari aplikasi yang telah terinstal di perangkat lain.

"Sebetulnya penelitian kita langsung mengindikasikan bahwa orang yang mendapat SMS ini, sebetulnya nama dia (penerima) teridentifikasi itu dari kontak. Ada teman dia, di jaringan dia yang sudah terlanjur menginstalasi apps tersebut, makanya dia bisa akses kontak. Dan di kontaknya ada nama dia. Nama pertama yang tertulis nama panggilan," ucapnya.

Secara umum, Damar menggolongkan SMS spam Chat-V sebagai ancaman keamanan yang rendah dengan kondisi tertentu. Bahaya SMS ini, bisa terjadi jika penerima mengklik link ada di pesan tersebut. Namun, jika diabaikan tidak akan terjadi apa-apa.

"Kami mengatakan kategorinya rendah, artinya kecuali masyarakat kemudian mengklik ya. Artinya dia hanya teraktivasi masyarakat, tampak sengaja atau tergoda untuk mengklik. Kalau diklik, kemungkinan ada pelanggaran privasi dan keamanan," terangnya, seperti dikutip dari KumparanTech.

Damar meminta masyarakat untuk waspada apabila menerima SMS spam Chat-V. Pesan tersebut harus diabaikan, dan bahkan segera dihapus, terutama jika datang dari nomor tidak dikenal. Bagi yang sudah menginstal aplikasi dari link yang dikirim, harus segera melakukan reset factory atau mengembalikan smartphone ke pengaturan awal.

Sabtu, 20 Maret 2021

Kapolres Temanggung: Pelaku Penganiayaan di Kaloran Terancam Hukuman Mati

Kapolres Temanggung: Pelaku Penganiayaan di Kaloran Terancam Hukuman Mati

SULUH POS ■ Pelaku penganiayaan berat yang terjadi di Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung pada hari Minggu (14/3) terancam hukuman mati.

Kapolres Temanggung Polda Jateng AKBP Benny Setyowadi, S.I.K., M.Si mengatakan, bahwa pelaku penganiayaan yang mengakibatkan salah satu korban meninggal dunia tersebut berinisial M (59) warga Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran Temanggung.

Pada kejadian tersebut pelaku membacok korban yang tak lain adalah tetangganya sendiri yaitu Muh Dhori (69) tengah memimpin shalat Subuh dan istri-nya Trimah (55) sebagai makmum yang berupaya menghalangi pelaku. 

Dalam kasus ini istri korban meninggal dunia di RSUD Temanggung akibat luka serius, sedangkan Muh Dhori selamat dan masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Tindak pidana menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dahulu dan atau penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu mengakibatkan kematian orangnya, maka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun,” terang Kapolres, pada Sabtu (20/3/2021).

Ia menyampaikan dalam kasus ini pihaknya telah memeriksa lima saksi, terdiri atas empat orang jamaah shalat subuh dan satu orang yang merupakan istri pelaku.

Kapolres menyebutkan pelaku melakukan pembacokan kepada korban pertama dengan alat bendo arit mengenai kepala dua kali, punggung satu kali dan lengan satu kali. Setelah itu melakukan pembacokan kepada korban kedua yang mencoba melindungi suaminya mengenai bagian kepala korban sebanyak satu kali. Kemudian pelaku pergi meninggalkan masjid dan menuju ke Polsek Kaloran untuk menyerahkan diri.

Menurut Benny, motif pelaku menganiaya korban karena tidak suka atau membenci dan sakit hati kepada kedua korban.

“Perbuatan tersangka sudah direncanakan dengan mempersiapkan senjata tajam dua hari sebelum kejadian dengan mengasah bendo arit dan membuat gagang kayu 70 centimeter yang ujungnya ada pisaunya,” tuturnya.

Sementara itu, saat dilakukan pemeriksaan bahwa tersangka melakukan penganiayaan di waktu subuh karena sepi dan masih gelap sehingga mudah untuk melarikan diri. 

Dari kejadian tersebut petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu buah bendo arit, satu buah pisau dengan ganggang kayu 70 cm, satu buah asahan (wungkal), satu stel pakaian tersangka, dua stel baju dan alat sholat milik kedua korban.

Kapolres menegaskan, bahwa perbuatan pelaku murni dendam pribadi kepada korban dan tidak ada sangkut paut dengan masalah SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan).

“Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHPidana dan atau Pasal 355 ayat 2 KUHPidana dan Pasal 355 ayat 1 KUHPidana tentang menghilangkan nyawa orang lain dengan direncanakan terlebih dahulu dan penganiayaan berat yang direncanakan terlebih dahulu mengakibatkan kematian orangnya. Tersangka terancam hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama 20 tahun,” tegas Kapolres.

( Imam Santoso /Hms)

Polisi Buru Pemilik Sepeda Motor Misterius di Purbalingga

Polisi Buru Pemilik Sepeda Motor Misterius di Purbalingga

SULUH POS ■ Polisi dari Polsek Kutasari, Polres Purbalingga mengamankan sepeda motor misterius yang ditemukan warga Desa Candiwulan, Kecamatan Kutasari. Sepeda motor yang tidak diketahui pemiliknya itu kemudian diamankan ke Polsek Kutasari, pada Jumat (19/3/2021) malam.

Sepeda motor tersebut jenis Honda Supra X125 warna Merah Hitam dengan nomor polisi terpasang R-2490-VD. Sepeda motor ditemukan terparkir di belakang komplek Pasar Tobong wilayah desa setempat.

Kapolsek Kutasari AKP Agus Amjat Purnomo mengatakan, bahwa sepeda motor tanpa diketahui pemiliknya ditemukan pertama kali oleh saksi bernama Ali (40) warga Desa Candiwulan pada Jumat (19/3/2021) pada jam 01.00 WIB dini hari. 

Penemuan sepeda motor tersebut kemudian dilaporkan olehnya ke perangkat desa setempat.

“Karena di sekitar lokasi tidak ditemukan pemiliknya, kemudian sepeda motor tersebut diamankan di rumah perangkat desa setempat. Namun hingga malam tidak ada warga yang mencari sehingga dilaporkan ke Polsek Kutasari,” kata kapolsek, pada Sabtu (20/3/2021).

Polisi yang menerima laporan dari perangkat desa kemudian mendatangi lokasi. Selanjutnya, meminta keterangan sejumlah saksi. Karena tidak diketahui pemiliknya, sepeda motor diamankan ke Polsek Kutasari.

Kapolsek menambahkan, pihak kepolisian akan melakukan penyelidikan terkait kepemilikan sepeda motor tersebut. Apabila ada masyarakat mengetahui identitas pemiliknya atau paham dengan ciri-ciri sepeda motor tersebut, bisa memberi informasi ke Polsek Kutasari.

“Pemilik sepeda motor bisa datang mengambil ke Polsek Kutasari dengan membawa surat kendaraan baik STNK maupun BPKB sebagai bukti kepemilikan,” kata kapolsek.

( Imam Santoso)

Jumat, 19 Maret 2021

Pengendara Vario Tabrak Pohon di Bojongsari, Korban Dibawa Polisi ke Rumah Sakit

Pengendara Vario Tabrak Pohon di Bojongsari, Korban Dibawa Polisi ke Rumah Sakit

SULUH POS ■ Kecelakaan lalu lintas tunggal menimpa sebuah sepeda motor di ruas jalan Desa/Kecamatan Bojongsari, Kabupaten PurbaIingga, pada Jumat (19/3/2021). Pengendara sepeda motor yang mengalami luka kemudian diantar polisi dari Polsek Bojongsari ke rumah sakit.

Kapolsek Bojongsari AKP Imam Hidayat mengatakan, bahwa kecelakaan tunggal menimpa pengendara sepeda motor jenis Honda Vario bernomor polisi B-3011-PEM. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB.

Pengendara sepeda motor diketahui bernama Aji Nurfatah (21), warga Desa Karangnangka, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

“Korban yang mengalami luka kemudian dibawa menggunakan mobil dinas kepolisian ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” jelas kapolsek.

Berdasarkan keterangan pengendara sebelum terjadi kecelakaan sepeda motor tersebut melaju dari arah utara (Bobotsari) menuju selatan (Purbalingga). Sesampai di lokasi, pengendara sepeda motor mengaku telepon genggam miliknya jatuh.

“Akibatnya pengendara tersebut kurang konsentrasi hingga sepeda motor oleng ke kiri kemudian keluar jalur dan menabrak pohon. Pengendara kemudian jatuh berikut sepeda motornya,” kata kapolsek.

Dari pemeriksaan petugas media rumah sakit diketahui pengendara sepeda motor mengalami luka fraktur pada siku tangan. Namun demikian kondisinya dalam keadaan sadar.

Kapolsek mengimbau kepada pengendara kendaraan agar waspada potensi kecelakaan lalu lintas yang berawal dari kurangnya konsentrasi saat berkendara. Hal itu untuk mencegah peristiwa serupa terjadi kembali.

(Imam Santoso/ Hms)

Soal Limbah Pabrik, 12 Desa Ancam Demo PT TEL

Soal Limbah Pabrik, 12 Desa Ancam Demo PT TEL

SULUH POS ■ Sebanyak 12 Desa yang berada dibantaran sungai Lematang, berencana dalam waktu dekat ini akan melakukan aksi demo terhadap Perusahaan PT. Tanjung Enim Lestari.

Pasalnya, Perusahaan yang bergerak di bidang industri pembuatan bahan baku  kertas di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) itu, dinilai oleh masyarakat, buruk dalam penggelolaan limbah.

“Aksi ini tidak ada unsur lain, murni dari dan untuk masyarakat, karena sudah mengancam keselamatan masyarakat," ujar Harnison SE, Perwakilan yang dipercaya untuk memimpin aksi nanti.

Hal ini disampaikan Harinison SE, usai rapat koordinasi rencana aksi damai oleh 12 kepala desa, bersama 12 BPD di Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, pada Rabu (18/03/2021) kemarin.

Dia mengatakan, selama 20 tahun lebih beroperasi, pihak PT. Tanjung Enim Lestari (TEL), tidak pernah melakukan normalisasi limbah hasil dari produksi pembuatan kertas miliknya.

Permasalahan tersebut menurutnya, sudah disampaikan pada bulan September 2020 lalu. Namun sampai sekarang, belum ada tindakan nyata dari PT. TEL, bahkan terkesan menghindar.

Lanjutnya, Jika tidak ada tindakan jelas dari PT. TEL, dalam beberapa hari ini, maka ke 12 Desa yang terdampak aliran limbah tersebut, sepakat akan melakukan aksi damai dalam waktu dekat ini.

Dia menjelaskan, dalam aksi tersebut nantinya, ada 2 (Dua) tuntutan yang harus dipenuhi dan dilaksanakan oleh PT TEL. Kedua tuntutan itu, di antaranya, segera melakukan normalisasi limbah, dan mengembalikan tenaga kerja lokal.

“Lakukan normalisasi dan kembalikan tenaga kerja lokal yang telah pensiun,” tandasnya, seraya menambahkan aksi dilakukan oleh 10 desa dari Kecamatan Empat Petulai Dangku, 1 desa dari Kecamatan Rambang Niru, dan 1 desa dari Kecamatan Belimbing.

Cemari Sungai Lematang

Sebelumnya, menindaklanjuti keluhan masyarakat kecamatan Empat Petulai Dangku atas dugaan pencemaran sungai lematang dari limbah PT. Tanjung Enim Lestari pulp and paper (PT. TEL) NPP melakukan penelusuran ke Pesisir Sungai Lematang, kabupaten Muara Enim.

Tim media NPP menuju desa Siku dan desa Kuripan, di desa siku dan Kuripan bertemu dengan warga yang lagi mau mandi di sungai lematang, menurut keterangan salah satu warga mengatakan, " air sungai lematang berwarna coklat kehitaman ini, ini cak nyo becampur air limbah pak, " ungkapnya, seperti dikutip dari NPP.

Masyarakat mengeluhkan limbah tersebut karena merasa terganggu untuk mandi dan mengambil air Sungai Lematang.

Hal senada juga diungkap ketua DPD Lembaga KAMIJO (Kader Militan Jokowi) kabupaten Muara Enim, Nuramin, ia membenarkan apa yang di keluhkan masyarakat.

" Iya diantaranya masyarakat desa Pesisir Lematang seperti desa Kuripan Selatan, desa Kuripan, desa Baturaja, desa Dangku dan desa Siku, masyarakat menduga itu Limbah dari PT TEL," ujarnya.

Sumber: Rilis SMSI Prabumulih/NPP
Editor : Suherman.

Tragis! Terduga Pencuri di Pasar Bobotsari Nekat Lompat Dari Lantai 2, Alami Retak Tulang

Tragis! Terduga Pencuri di Pasar Bobotsari Nekat Lompat Dari Lantai 2, Alami Retak Tulang

SULUH POS ■ Seorang perempuan terduga pencuri di salah satu lapak pedagang nekat melompat dari lantai dua Pasar Bobotsari, pada Kamis (18/3/2021). Akibatnya dia mengalami cedera pada bagian kaki dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kapolsek Bobotsari AKP Ridju Isdiyanto mengatakan bahwa seorang perempuan berinisial RS (36) warga Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten PurbaIingga nekat melompat dari lantai dua Pasar Bobotsari. 

Peristiwa tersebut terjadi saat ia sedang dimintai keterangan petugas keamanan dan kepala pasar karena diduga melakukan pencurian uang.

“Saat dimintai keterangan perempuan tersebut mengakui perbuatannya telah mengambil uang milik pedagang pasar. Namun tiba-tiba ia lari dan melompat dari lantai dua pasar,” jelas kapolsek.

Perempuan tersebut kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Dari hasil pemeriksaan diketahui ia mengalami retak pada pergelangan kaki kanan dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh, perempuan tersebut melakukan aksi pencurian di lapak pedagang makanan bernama Nurhasanah (38) warga Desa Majapura, Kecamatan Bobotsari Purbalingga. Peristiwa pencurian terjadi pada Selasa (16/3/2021).

Modus yang dilakukan perempuan tersebut saat beraksi dengan cara membeli snack di lapak milik korban dan membayar menggunakan nominal Rp. 20 ribu. Saat korban sedang menukarkan uang untuk kembalian, pelaku mengambil dompet berisi uang di lapak tersebut kemudian kabur.

“Pelaku mengambil dompet milik korban kemudian kabur. Akibatnya korban kehilangan uang tunai di dalam dompet tersebut sebesar Rp. 1,3 juta,” ucap Kapolsek.

Ciri-ciri perempuan tersebut sudah dilaporkan kepada petugas keamanan pasar. Dan pada hari ini, perempuan tersebut kembali datang di komplek pasar dan diketahui oleh petugas keamanan pasar. Sehingga langsung dibawa ke ruang kepala pasar untuk dimintai keterangan.

“Saat itulah perempuan terduga pencuri berusaha kabur dengan melompat dari lantai dua pasar,” kata kapolsek.

Kapolsek menambahkan, perempuan terduga pencuri tersebut saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat cedera yang dialami. Yang bersangkutan akan diminta keterangan lebih lanjut setelah keluar dari rumah sakit atau kondisinya sudah memungkinkan.

(Imam Santoso/Hms)

Diduga Gadaikan Sawah, Kampung Desa Tokelan Masuk Dalam Pantauan Polisi

Diduga Gadaikan Sawah, Kampung Desa Tokelan Masuk Dalam Pantauan Polisi

SULUH POS ■ Yudi, Warga Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, kecewa terhadap permasalahan yang menimpa dirinya, terkait dugaan penggelapan sawah miliknya yang digadaikan oleh Oknum Kadus Desa Tokelan, Kecamatan Panji, Situbondo yang hingga saat ini masih belum menghasilkan titik temu, karena masih akan dilakukan mediasi yang kedua kalinya. 

" Saya berharap permasalahan dugaan penggelapan Sawah saya, yang digadaikan oleh oknum Kadus Tokelan, ND, seluas sekitar 100 M2 hingga saat ini masih belum menemukan titik temu, dan masih menunggu Mediasi kedua kalinya," ujar Yudi. 

Selain itu, Yudi saat datang memenuhi undangan dan panggilan kepala Desa, pada hari Kamis tanggal 18 maret 2021 sekitar pukul 8:30 WIB, Merasa kecewa karena tidak ada jawaban yang pasti, bahkan malah disuruh pulang. 

" Setelah saya sampai di Balai Desa Tokelan, pak Kades mengatakan akan mengabari kembali persoalan tersebut, melalui via telpon, setelah itu saya disuruh pulang," ujar Yudi dengan kesal, pada Kamis 18/3/21 Sore.

Sementara itu, Brigpol Surya, Humas Polsek Panji membenarkan adanya persoalan dugaan penggelapan penggadaian sawah milik Yudi, yang dilakukan oleh oknum Kadus Tokelan, ND. Pihaknya akan memantau dan melihat perkembangan sembari menunggu hasil mediasi berikutnya. 

" Iya mas kita pantau dan lihat perkembangannya, dan menunggu hasil mediasi berikutnya," ujar Humas Polsek Panji Surya. 

Sementara itu, Kades Tokelan, Ahmad Misuri saat dikonfirmasi awak media, enggan untuk berkomentar, saat ditemui di balai Desa Tokelan, ( Tim ).

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved