Kamis, 09 Desember 2021

Monitor Pelaksanaan Pembongkaran Keramba Jaring Apung Dilakukan Personel Jajaran Kodim 0207/Simalung

Monitor Pelaksanaan Pembongkaran Keramba Jaring Apung Dilakukan Personel Jajaran Kodim 0207/Simalung


Simalungun  |  Untuk tahun 2021 berkisar 1.494 lobang keramba jaring apung (KJA) tempat budidaya ikan nila/mas petani di Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Sumalungun akan ditertibkan atau dibersihkan oleh Pemkab Simalungun, di Haranggaol ada berkisar 7.920-an KJA milik masyarakat dan berdasarkan hasil pertemuan dengan Pemkab Simalungun beberapa waktu lalu sampai dengan akhir tahun 2021, berkisar 20 persen KJA akan ditertibkan atau dibongkar dari pengurus Asosiasi Dearma dan pelaku budidaya KJA di Haranggaol. Dalam hal ini Personel Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil13/Tiga Runggu jajaran Kodim 0207/Simalungun Koptu Susandri Pratama dan Kapos Haranggaol serta Kabib Trintib Pol PP turun kewilayah untuk turut serta melaksanakan monitoring pembongkaran KJA (Keramba Jaring Apung), kegiatan tersebut yang dilaksanakan bertempat di Kelurahan Haranggaol Kecamatan Haranggaol Horisan Kabupaten Sumalungun, Kamis (09/12/2021).

Pada kesempatan tersebut Babinsa Koptu Susandri Pratama mengungkapkan menurutnya, pembersihan KJA itu dilakukan dua tahap masing-masing tahap 10% atau 792 lobang. Tahap pertama, pembersihan dilakukan mulai 23 Juni 2021 lalu sampai Desember dan yang sudah dibersihkan sampai dengan hari ini sebanyak 3.210 KJA (Keramba Jaring Apung). “Yang membongkar tim bongkar dibantu Satpol PP Simalungun. Petani hanya menunjukkan kolam yang mau dibongkar. Jadi, tim-lah yang menarik KJA itu ke pinggir pantai dan yang dibongkar itu adalah KJA milik petani yang jumlahnya 20 KJA ke atas dengan persentasi proporsional, terang Babinsa Koptu Susandri Pratama.

Progress pembongkaran KJA yang akan dilakukan di Haranggaol ini. Dimana zona atau lokasi pembongkarannya berada di enam titik, yakni T. Batu, Tapian, T. Lapang, Gudang, B.1000 dan Rappa, meski tanpa ada ganti rugi dari pemerintah, namun pembongkaran itu menurutnya ada manfaatnya. Menurut pandangannya, pemangkasan KJA untuk memenuhi syarat kuota daya dukung lingkungan dan produksi. Kemudian, mendukung program pemerintah terhadap pengembangan Kawasan Strategis Nasional (KSN) Danau Toba, menstabilkan harga ikan di tingkat petani yang mana, harga ikan di tingkat petani kerap anjlok sebagai implikasi dari suplai demand (hukum penawaran permintaan). “Dengan pemangkasan maka harga ikan akan stabil, tidak lagi di bawah produksi tapi sudah di atas biaya produksi,” jelasnya.

Manfaat lainnya, kata Rikson, tingkat kesejahteraan petani KJA lebih meningkat dan merata serta petani kecil tidak akan gulung net dan yang sudah gulung net bisa bangkit kembali lewat lembaga-lambaga keuangan atau permodalan. “Itulah pandangan saya dari pembongkaran KJA yang dilakukan saat ini. Saya hanya mengimbau agar kita sama-sama mendukung pemangkasan berkeadilan ini, tepat waktu dan tepat jadwal,” ujarnya.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 SULUHPOS.COM | PANDUAN MASA DEPAN | All Right Reserved